Menhut Klarifikasi soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing Sebelum OTT KPK

Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni buka suara mengenai pertemuan yang ia lakukan dengan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, pada 2 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi

Jul 06, 2026 - 13:07
0 0
Menhut Klarifikasi soal Pertemuan dengan Bupati Kuansing Sebelum OTT KPK

Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni buka suara mengenai pertemuan yang ia lakukan dengan Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), Suhardiman Amby, pada 2 Juni 2026. Pertemuan ini menjadi sorotan karena Suhardiman kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus suap pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Raja Juli menegaskan bahwa audiensi tersebut berlangsung secara terbuka dan resmi.

Klarifikasi tersebut disampaikan langsung oleh Raja Juli di kantor Kementerian Kehutanan, Jakarta Pusat, Jumat (3/7/2026). Menurutnya, pertemuan dengan Bupati Kuansing telah memenuhi seluruh protokol transparansi, mulai dari pengajuan surat resmi, dokumentasi di media sosial, hingga pencatatan risalah dan kehadiran. Hal ini sekaligus membantah spekulasi yang beredar di masyarakat yang mengaitkan pertemuan itu dengan Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Suhardiman.

Audiensi Terbuka dan Terekam

Dalam keterangannya, Raja Juli merinci bahwa seluruh tahapan audiensi terdokumentasi dengan baik. Ia menyebutkan bahwa pihak Bupati telah mengirimkan surat permohonan resmi, dan agenda itu bahkan dipublikasikan melalui kanal media sosial resmi kementerian maupun miliknya. Proses audiensi juga disertai daftar hadir yang lengkap serta notulensi hasil pembahasan.

"Klarifikasi pertama saya, bahwa benar tanggal 2 Juni 2026, ada audiensi Bupati Kuansing di kantor ini. Ini audiensi yang terbuka, bupatinya mengirim surat resmi, di-publish di media sosial, saya maupun kementerian, dan ada daftar hadir, ada notulensi. Jadi kalau suatu saat pihak KPK memerlukan, atau bahkan kami akan proaktif juga menyerahkan apa yang telah saya sebutkan tadi,"

Pernyataan tersebut menekankan bahwa tidak ada hal yang ditutup-tutupi dari pertemuan tersebut. Menhut bahkan membuka peluang untuk secara proaktif memberikan dokumen-dokumen pendukung kepada KPK jika diperlukan untuk kepentingan penyelidikan. Langkah ini diambil guna menjaga kredibilitas kementerian dan menghindari kesalahpahaman publik.

Dikaitkan dengan OTT KPK

Nama Raja Juli terseret dalam pusaran perkara Bupati Kuansing setelah unggahan dan berita tentang pertemuan mereka viral di media sosial. Warganet ramai menghubung-hubungkan audiensi tersebut dengan penangkapan Suhardiman oleh KPK dalam kasus suap pengisian jabatan Sekda. OTT KPK terhadap bupati itu terjadi beberapa waktu setelah pertemuan di kantor Kementerian Kehutanan.

Kendati demikian, Raja Juli menolak spekulasi yang beredar. Ia menegaskan bahwa pokok bahasan dalam audiensi tidak terkait dengan perkara yang kini menjerat Suhardiman. Klarifikasi ini sekaligus menjadi respons terhadap narasi publik yang berkembang liar di berbagai platform. Menteri Kehutanan berharap agar seluruh pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menyimpulkan kaitan yang tidak berdasar.

Sebagai informasi, kasus suap jabatan Sekda Kuansing menjadi salah satu perkara terbaru yang ditangani KPK. Penetapan tersangka terhadap Suhardiman Amby dilakukan setelah KPK mengembangkan temuan dalam OTT. Proses hukum terhadap Bupati Kuansing kini masih berlanjut dan menjadi perhatian publik. Keberadaan dokumentasi lengkap dari audiensi di kementerian diharapkan dapat membantu memperjelas duduk perkara apabila sewaktu-waktu dibutuhkan oleh lembaga antirasuah tersebut.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User