Jalan Raya CBL Memprihatinkan, 4 Titik Longsor Dibiarkan Berbulan-bulan
Kondisi Jalan Raya Cibitung-Cikarang-Bekasi-Laut (CBL) di Kabupaten Bekasi semakin mengkhawatirkan. Pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya empat titik longsor di sepanjang ruas jalan vital ini d
Kondisi Jalan Raya Cibitung-Cikarang-Bekasi-Laut (CBL) di Kabupaten Bekasi semakin mengkhawatirkan. Pantauan di lapangan menunjukkan sedikitnya empat titik longsor di sepanjang ruas jalan vital ini dibiarkan tanpa penanganan serius selama berbulan-bulan. Kerusakan yang terus melebar tidak hanya mengganggu kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga mengancam keselamatan para pengguna jalan yang melintas setiap hari.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, titik-titik longsor tersebut tersebar di beberapa segmen strategis yang menghubungkan kawasan industri dengan permukiman padat penduduk. Amblesan tanah di bahu jalan mencapai kedalaman bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga lebih dari satu meter di beberapa lokasi. Kondisi ini diperparah dengan minimnya rambu peringatan dan penerangan jalan yang memadai, sehingga potensi kecelakaan semakin tinggi terutama pada malam hari atau saat hujan deras mengguyur.
Empat Titik Rawan yang Terabaikan
Tim media kami mencatat, titik longsor pertama berada di sekitar simpang masuk kawasan industri MM2100 dengan tingkat kerusakan paling parah. Lubang menganga selebar dua meter telah memakan separuh badan jalan, memaksa kendaraan berat dan roda dua untuk saling berebut ruang di sisi jalan yang tersisa. Titik kedua terletak tak jauh dari jembatan penghubung menuju Cikarang Barat, di mana retakan tanah semakin melebar setelah diguyur hujan deras pekan lalu.
Dua titik lainnya tersebar di wilayah Cibitung dan segmen menuju arah Tambun. Genangan air yang kerap menggenang di area longsor membuat pengendara kesulitan memperkirakan kedalaman lubang. Beberapa warga setempat mencoba menandai area berbahaya dengan batu atau kayu seadanya, namun upaya darurat ini jelas tidak cukup untuk menjamin keamanan pengguna jalan.
Saya hampir terperosok minggu lalu. Waktu itu hujan deras, lubang tidak kelihatan karena tertutup genangan. Motor saya oleng dan nyaris jatuh. Ini sudah berbulan-bulan tidak ada perbaikan, padahal jalur ini padat sekali setiap hari.
Keluhan serupa datang dari para pengemudi truk logistik yang setiap hari melintasi jalur ini. Mereka mengaku harus ekstra waspada dan kerap terjebak kemacetan panjang akibat kendaraan yang melambat saat melewati titik-titik longsor. Dampak ekonomi dari keterlambatan distribusi barang pun mulai terasa bagi pelaku usaha di sepanjang koridor industri Bekasi.
Laporan media kami sebelumnya telah menyoroti bahwa ruas Jalan Raya CBL merupakan kewenangan pemerintah provinsi. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda-tanda perbaikan permanen. Aspal tambal sulam yang sempat dilakukan di beberapa titik hanya bertahan hitungan hari sebelum kembali rusak. Warga dan pengguna jalan mendesak agar otoritas terkait segera melakukan perbaikan struktural menyeluruh sebelum jatuh korban jiwa.
Comments (0)