Duh, Wisatawan Perempuan Diduga Jadi Korban Pelecehan di Titik Nol Km Jogja
Sebuah rekaman video yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik penanganan dugaan tindak pelecehan seksual terhadap seorang wisatawan perempuan di kawasan Titik Nol Kilometer, Kota Yogyakarta. Insiden yang terjadi pada Sabtu (4/7/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB itu sontak memicu kemarahan publik dan menyoroti aspek keamanan serta kenyamanan di salah satu ikon wisata paling ramai di Jogja. Dalam unggahan yang viral, tidak hanya dugaan pelecehan yang disorot, korban juga sebut mengalami tindakan rasis.
Rekaman yang diunggah oleh akun Instagram @merapi_uncover itu menampilkan seorang laki paruh baya yang digelandang petugas kepolisian menuju mobil patroli. Wajah terduga pelaku tampak tertunduk saat sejumlah warga dan wisatawan lain menyaksikan dari kejauhan. Potongan gambar itu diiringi keterangan yang cukup detail mengenai kronologi kejadian.
"Semalam di KM 0 sekitar jam 21:30 terjadi pelecahan dan rasisme ke wisatawan perempuan, korban langsung melapor ke polisi yang sedang berjaga di sana. Tidak lama kemudian polisi dan intel langsung gerak cepat mengamankan terduga pelaku pelecehan. Semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi demi kenyamanan bersama," demikian isi keterangan dalam unggahan tersebut, seperti dikutip media kami, Minggu (5/7/2026).
Ps Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Dani Hasan, saat dimintai konfirmasi membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa dugaan pelecehan terjadi pada Sabtu malam di area Titik Nol Kilometer yang memang selalu dipadati pengunjung, terutama di akhir pekan. "Kami menerima laporan dari korban dan langsung menindaklanjuti. Terduga pelaku saat ini masih dalam proses pemeriksaan oleh Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Yogyakarta," ujar Iptu Dani kepada awak media.
Respons Cepat Aparat Jadi Sorotan Positif
Kecepatan reaksi aparat kepolisian yang sedang berjaga di lokasi menuai apresiasi dari warganet. Titik Nol Kilometer Yogyakarta dikenal sebagai salah satu lokasi strategis yang kerap menjadi titik kumpul wisatawan, sehingga petugas keamanan memang rutin ditempatkan di sana. Menurut keterangan pihak kepolisian, korban yang merupakan wisatawan perempuan langsung mendatangi pos penjagaan setelah kejadian, sehingga proses identifikasi dan penangkapan terduga pelaku bisa dilakukan dalam waktu singkat.
Hingga saat ini, identitas korban masih dirahasiakan demi alasan keamanan dan perlindungan psikologis. Sementara itu, publik terus mendesak agar proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapat sanksi tegas. Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya ruang publik yang aman bagi semua orang, terutama bagi perempuan yang kerap menjadi sasaran tindak kekerasan dan diskriminasi berbasis gender.
Dorongan Akses Pelaporan yang Ramah Korban
Beberapa komunitas pegiat hak perempuan di Yogyakarta menanggapi peristiwa ini dengan seruan agar pemerintah kota dan pengelola destinasi wisata meningkatkan sistem pengawasan, termasuk penambahan penerangan dan petugas yang terlatih menangani kasus kekerasan seksual. Mereka juga mendorong agar mekanisme pelaporan dibuat semakin ramah korban, sehingga terutama yang berasal dari luar kota atau tidak ragu untuk melapor.
Kejadian di Titik Nol Km ini menjadi tamparan bagi citra pariwisata Yogyakarta yang selama ini dikenal sebagai kota pelajar dan tujuan wisata yang relatif aman. Semua pihak berharap agar kasus serupa tidak terulang, dan korban mendapatkan keadilan serta pendampingan yang layak. Beritadua.com akan terus memantau perkembangan penyelidikan ini dan menyajikan informasi terbaru kepada pembaca.
Comments (0)