Polisi Amankan Dua Tersangka Penyerangan di Katingan, Dua Pelaku Lain Masih Buron
Jajaran kepolisian terus mengembangkan penyelidikan atas insiden penyerangan brutal yang menewaskan tiga anggota Satresnarkoba Polres Katingan saat menjalankan operasi penggerebekan bandar narkoba di wilayah Katingan, Kalimantan Tengah. Dalam perkembangan terbaru, aparat berhasil mengamankan dua orang terduga pelaku, sementara dua nama lainnya masih berstatus buronan dan diburu secara intensif oleh tim gabungan.
Dua Tersangka Telah Diamankan
Berdasarkan informasi yang dihimpun media kami, dua orang yang kini telah berada dalam tahanan adalah Saldy dan Isnan Melani Pebriansyah yang dikenal dengan panggilan Robi. Penangkapan terhadap Robi dilakukan pada Sabtu siang di sebuah pondok yang berlokasi di Desa Tumbang Kalamei, Kecamatan Katingan Tengah. Dengan penangkapan ini, jumlah total tersangka yang telah diamankan menjadi dua orang.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan penangkapan tersebut saat dikonfirmasi pada Senin (6/7). Meski demikian, pihak kepolisian belum dapat membeberkan secara rinci peran maupun keterlibatan Robi dalam insiden berdarah itu. "R memang sudah kami amankan pada Sabtu siang. Namun, untuk perannya belum dapat kami sampaikan karena masih dalam tahap penyelidikan dan pendalaman oleh penyidik," ujarnya.
Dua Buron Masih Jadi Target Utama
Di tengah progres penangkapan tersebut, polisi menegaskan bahwa perburuan terhadap pelaku lain belum berakhir. Dua nama yang hingga kini masih masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) adalah Ramblan dan Bio. Menurut keterangan penyidik, keduanya merupakan saudara kandung dari Saldy, salah satu tersangka yang telah lebih dulu ditangkap.
Tim khusus gabungan yang terdiri dari personel Mabes Polri, Polda Kalimantan Tengah, dan Polres Katingan terus melakukan pengejaran tanpa henti. AKBP Dodik menegaskan komitmen institusinya untuk menuntaskan kasus yang merenggut nyawa tiga anggota kepolisian itu. "Kami tidak akan berhenti pada dua orang yang sudah diamankan. Ramblan, Bio, maupun siapa pun yang nantinya terbukti terlibat akan terus kami kejar dan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegasnya.
Hingga saat ini, motif dan kronologi lengkap peristiwa penyerangan yang terjadi di tengah operasi narkotika tersebut masih terus didalami. Publik menanti langkah tegas aparat dalam membongkar jaringan yang bertanggung jawab atas tragedi kemanusiaan yang menimpa para penegak hukum ini.
Comments (0)