Uang Rp 1,54 M Rusak Kena Banjir Rob Ditukar ke BI, Dapat Ganti Segini

Seorang warga bernama Ida (52) terpaksa harus merelakan sebagian tabungannya setelah uang tunai senilai Rp1,54 miliar yang ia simpan rusak parah diterjang banjir rob. Peristiwa yang berlangsung berbu

Jul 06, 2026 - 13:07
0 0
Uang Rp 1,54 M Rusak Kena Banjir Rob Ditukar ke BI, Dapat Ganti Segini

Seorang warga bernama Ida (52) terpaksa harus merelakan sebagian tabungannya setelah uang tunai senilai Rp1,54 miliar yang ia simpan rusak parah diterjang banjir rob. Peristiwa yang berlangsung berbulan-bulan itu membuat tumpukan uang kertas miliknya berubah menjadi lecek, lusuh, dan bahkan banyak yang menyatu satu sama lain sehingga nyaris tak bisa dikenali bentuk aslinya.

Dengan harapan bisa menyelamatkan sisa harta yang ia kumpulkan susah payah, Ida mendatangi Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Tegal untuk mengajukan penukaran uang rusak menjadi uang layak edar. Setelah melalui proses pemeriksaan yang ketat, tidak seluruh uang itu bisa diselamatkan. Kepala Perwakilan BI Tegal, Bimala, mengonfirmasi bahwa dari total pecahan rupiah yang diajukan, hanya Rp1,51 miliar yang memenuhi syarat untuk diganti.

Dari Rp1,54 miliar setelah diperiksa hanya Rp1,51 miliar yang bisa diganti uang layak edar. Sebagian sisanya sudah terlalu rusak dan tidak memenuhi kriteria penggantian karena kondisi fisiknya sudah sangat memprihatinkan,

jelas Bimala saat dikonfirmasi media kami di kantornya, Jumat (3/7/2026).

Proses Pemeriksaan Uang Rusak di BI

Proses penukaran uang rusak di Bank Indonesia tidaklah sederhana. Sesuai dengan Peraturan Bank Indonesia, setiap lembar uang rupiah yang diajukan penukaran akan diverifikasi keaslian dan tingkat kerusakannya. Uang dianggap masih layak diganti penuh apabila minimal dua per tiga bagian dari fisiknya masih utuh dan tanda keaslian masih dapat dikenali. Jika kondisi fisik tidak mencapai ambang batas tersebut, BI berhak menolak penggantian.

Dalam kasus yang dialami Ida, uang miliknya terpaksa melalui proses pemilahan manual yang memakan waktu panjang. Petugas harus memeriksa setiap lembar untuk memastikan apakah bagian yang tersisa masih mencukupi untuk dihitung sebagai satu kesatuan rupiah. Banjir rob yang merendam uang tersebut dalam waktu lama tidak hanya membuat kertas menjadi rapuh, tetapi juga menghilangkan sejumlah elemen pengaman yang menjadi dasar keaslian uang.

Ida mengaku bahwa tabungan tersebut sejatinya ia persiapkan untuk biaya pendidikan anaknya. Kerugian puluhan juta rupiah yang tak bisa diganti menjadi pukulan tersendiri, namun ia tetap bersyukur sebagian besar dananya masih bisa diselamatkan oleh BI Tegal.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat pesisir yang rawan terdampak banjir rob dan bencana serupa untuk lebih berhati-hati dalam menyimpan uang tunai dalam jumlah besar. BI sendiri terus mengimbau agar masyarakat menyimpan rupiah dengan baik di tempat yang aman, kering, dan segera menukarkan uang yang mulai rusak untuk mencegah kerusakan lebih lanjut yang dapat membuat nilai tabungan lenyap begitu saja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User