Wanita Portugal Diamankan Petugas Bandara Bali Akibat Bawa 50 Butir Amunisi Tanpa Dokumen

Badung – Aparat keamanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengamankan seorang perempuan berkewarganegaraan Portugal berinisial ACRDCFN (47). Penumpang tersebut kedapatan membawa puluhan butir a

Jul 08, 2026 - 05:43
0 0
Wanita Portugal Diamankan Petugas Bandara Bali Akibat Bawa 50 Butir Amunisi Tanpa Dokumen

Badung – Aparat keamanan di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, mengamankan seorang perempuan berkewarganegaraan Portugal berinisial ACRDCFN (47). Penumpang tersebut kedapatan membawa puluhan butir amunisi di dalam tas ranselnya tanpa dilengkapi izin resmi saat hendak terbang ke luar negeri. Kini, wanita asal Portugal itu harus berurusan dengan proses hukum di wilayah Bali.

Menurut laporan media kami pada Rabu (24/6/2026), pengungkapan kasus ini terjadi pada Sabtu malam (20/6) sekitar pukul 23.28 Wita. Petugas Aviation Security (Avsec) yang bertugas di area Security Check Point (SCP) Terminal Keberangkatan Internasional mencurigai isi tas bawaan penumpang tersebut saat melewati pemindaian mesin sinar-X. Kecurigaan petugas langsung mengarah pada benda-benda mencurigakan yang terdeteksi di dalam tas milik penumpang pesawat dengan tujuan Abu Dhabi itu.

Proses penemuan berawal dari ketelitian petugas Avsec yang mengamati hasil pemindaian sinar-X. Setelah ditemukan anomali, pemeriksaan manual pun dilakukan atas persetujuan pemilik tas guna memastikan isi dari benda tersebut.

Saat dilakukan pemeriksaan lebih lanjut secara fisik, petugas menemukan 50 butir amunisi yang tersimpan di dalam ransel tersebut. Hasil investigasi awal menyebutkan bahwa penumpang tidak memiliki dokumen resmi maupun izin kepemilikan yang sah untuk membawa barang-barang berbahaya itu, terutama untuk keperluan penerbangan internasional. Barang bukti berupa puluhan amunisi tersebut langsung diamankan oleh pihak berwenang untuk penyelidikan lebih lanjut.

Atas perbuatannya, wanita tersebut terpaksa menjalani pemeriksaan intensif oleh aparat penegak hukum di Bali. Kepemilikan serta upaya membawa amunisi tanpa dokumen resmi merupakan pelanggaran serius terhadap regulasi keamanan penerbangan dan kepemilikan senjata api. Pihak berwenang hingga kini masih mendalami motif penumpang tersebut membawa barang-barang tersebut dalam penerbangan internasional, termasuk menelusuri asal-usul amunisi yang ditemukan. Kasus ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kontrol ketat di titik pemeriksaan keamanan bandara untuk mencegah lolosnya barang-barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan penerbangan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User