Viral, Dua Bocah Mengamuk dan Rusak Fasilitas Sekolah di Batang

Aksi dua orang bocah yang mengamuk dan merusak sejumlah barang di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Video yang direkam oleh warga setempat memperli

Jul 08, 2026 - 19:43
0 0
Viral, Dua Bocah Mengamuk dan Rusak Fasilitas Sekolah di Batang

Aksi dua orang bocah yang mengamuk dan merusak sejumlah barang di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menjadi viral di media sosial. Video yang direkam oleh warga setempat memperlihatkan kedua anak tersebut berperilaku destruktif di lingkungan sekolah, memicu keprihatinan sekaligus perbincangan luas di kalangan warganet.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam rekaman amatir itu tampak jelas kedua bocah—yang diperkirakan masih berusia sekolah dasar—tanpa rasa takut melempari dan menghancurkan sejumlah fasilitas sekolah. Pot-pot bunga yang semula tertata rapi di halaman sekolah dijungkirbalikkan hingga pecah berserakan. Tak hanya itu, mereka juga terlihat memasuki ruangan tempat penyimpanan koleksi piala hasil prestasi para siswa. Beberapa piala diambil dan dibanting ke lantai hingga ringsek, meninggalkan serpihan kaca dan logam yang berserakan. Aksi nekad tersebut sontak membuat geger warga sekitar yang merekam kejadian itu.

Kepolisian Sektor Blado segera merespons laporan dari masyarakat. Kapolsek Blado, AKP Sapto Winengku, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima informasi tersebut dan langsung mendatangi lokasi kejadian. Dalam keterangannya, AKP Sapto mengungkapkan bahwa jajarannya sudah mengidentifikasi kedua bocah yang terlibat.

"Kami sudah mendatangi sekolah dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Kedua anak yang ada dalam video sudah kami ketahui identitasnya. Saat ini kami sedang berkoordinasi dengan pihak sekolah dan akan segera memanggil orang tua masing-masing untuk dilakukan pembinaan dan mediasi," ujar AKP Sapto Winengku saat dikonfirmasi.

Sementara itu, pihak sekolah belum memberikan pernyataan resmi. Namun dari pantauan, sejumlah guru dan staf terlihat membersihkan puing-puing serta mendata kerusakan yang ditimbulkan. Kerugian material diperkirakan cukup signifikan mengingat banyaknya pot bunga hias dan piala penghargaan yang hancur. Aksi ini juga menyisakan trauma bagi siswa lain yang menyaksikan kejadian tersebut.

Hingga kini, motif di balik amukan dua bocah itu masih dalam penyelidikan. Kapolsek menambahkan bahwa pendekatan persuasif akan dikedepankan mengingat pelaku masih di bawah umur. Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar tidak menyebarluaskan video tersebut secara berlebihan demi melindungi identitas anak-anak yang terlibat.

Kejadian serupa yang melibatkan anak di bawah umur menjadi pengingat pentingnya pengawasan orang tua dan lingkungan dalam membentuk karakter anak. Sementara itu, perkembangan kasus ini masih terus dipantau oleh aparat setempat. Beritadua.com akan terus menyajikan informasi terbaru terkait peristiwa ini.

Demikian laporan dari tim redaksi Beritadua.com. Nantikan berita selanjutnya hanya di platform kami.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User