24 Tahun Tanpa Pengeboran, Lapangan Ini Produksi Minyak Lagi
Setelah lebih dari dua dekade tanpa aktivitas pengeboran baru, anjungan lepas pantai LLA di perairan utara Jawa Barat kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan. PT Pertamina Hulu Energi Offshore Nort
Setelah lebih dari dua dekade tanpa aktivitas pengeboran baru, anjungan lepas pantai LLA di perairan utara Jawa Barat kembali menunjukkan tanda-tanda kehidupan. PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil menghidupkan kembali produksi minyak dari sumur LLA-5 dengan hasil awal yang melampaui ekspektasi.
General Manager PHE ONWJ, Muzwir Wiratama, menyampaikan kabar menggembirakan ini dalam keterangan resmi yang diterima media kami. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa potensi cadangan migas di kawasan tersebut masih sangat menjanjikan, meskipun wilayah tersebut sempat lama tidak tersentuh aktivitas eksplorasi dan produksi baru.
"Capaian ini menunjukkan potensi cadangan migas di wilayah lepas pantai utara Jawa Barat masih menjanjikan untuk terus dikembangkan. Pasalnya, sudah 24 tahun tanpa aktivitas pengeboran baru, anjungan lepas pantai LLA akhirnya bisa kembali dihidupkan," ujar Muzwir.
Produksi awal sumur LLA-5 tercatat mencapai 780 barel minyak per hari (BOPD), angka yang cukup mencengangkan mengingat target awal yang ditetapkan hanya sebesar 300 BOPD. Artinya, realisasi produksi perdana ini lebih dari dua kali lipat dari rencana semula, memberikan optimisme baru bagi pengelolaan blok migas di lepas pantai utara Jawa Barat.
Tidak hanya volume produksinya yang tinggi, kualitas minyak mentah yang dihasilkan dari sumur ini juga dinilai sangat baik. Salah satu indikator utamanya adalah kadar air yang hanya tercatat sebesar 3 persen. Angka ini tergolong sangat rendah untuk produksi awal sebuah sumur, menandakan bahwa reservoir yang dibor memiliki karakteristik yang sangat kondusif untuk menghasilkan minyak berkualitas tinggi.
Kadar air yang minim ini juga berarti proses pemisahan dan pengolahan minyak di fasilitas produksi bisa berlangsung lebih efisien, sehingga operasional PHE ONWJ di kawasan tersebut dapat berjalan dengan biaya yang lebih terkendali. Keberhasilan ini sekaligus menjadi angin segar setelah selama 24 tahun terakhir tidak ada aktivitas pengeboran baru yang dilakukan di anjungan LLA.
Keberhasilan menghidupkan kembali sumur yang telah lama tidak berproduksi ini tidak lepas dari kajian teknis yang matang serta penerapan teknologi yang tepat. PHE ONWJ sebelumnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap data geologi dan geofisika bawah permukaan untuk memastikan bahwa sumur LLA-5 memang memiliki potensi yang layak untuk dibor ulang dan diproduksikan kembali.
Hasil dari sumur LLA-5 ini diharapkan menjadi momentum untuk mendorong aktivitas pengeboran lanjutan di area-area sekitarnya yang selama ini juga belum tersentuh. Dengan sisa umur blok yang masih panjang dan dukungan teknologi terbaru, bukan tidak mungkin akan muncul kejutan-kejutan lain dari sumur-sumur yang "tidur" di perairan utara Jawa Barat.
PHE ONWJ sendiri merupakan salah satu produsen migas utama di wilayah operasi lepas pantai Jawa bagian barat. Keberhasilan di sumur LLA-5 ini menjadi tambahan amunisi bagi perusahaan dalam mendukung target produksi minyak nasional yang dicanangkan pemerintah. Laporan dari Beritadua.com akan terus mengikuti perkembangan aktivitas pengeboran dan produksi di blok ini.
Comments (0)