Viral: Muazin di Pandeglang Wafat Saat Kumandangkan Azan Salat Jumat, Terekam CCTV
Pandeglang — Suasana khidmat menjelang salat Jumat di Masjid Jami Attaqwa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang muazin, T
Pandeglang — Suasana khidmat menjelang salat Jumat di Masjid Jami Attaqwa, Desa Mandalawangi, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang muazin, Tb Tata Sukirta, menghembuskan napas terakhir tepat saat mengumandangkan azan. Peristiwa mengharukan ini terekam jelas oleh kamera pengawas (CCTV) yang terpasang di area masjid dan kini menjadi viral di berbagai platform media sosial.
Dalam rekaman yang berhasil diperoleh media kami, tampak Sukirta berdiri tegak melantunkan azan. Tiba-tiba, tubuhnya oleng dan jatuh tersungkur ke depan. Para jamaah yang semula khusyuk bersiap menunaikan ibadah langsung berhamburan menolong sang muazin.
Kejadian berlangsung cepat. Jamaah yang hadir segera mengevakuasi Sukirta dari tempatnya terjatuh. Kepanikan sempat menyelimuti masjid, namun warga berusaha sigap memberikan pertolongan pertama. Sayangnya, nyawa pria yang dikenal taat dan bersuara merdu itu tidak tertolong. Ia dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Tokoh masyarakat setempat mengonfirmasi peristiwa tersebut. Menurut keterangan yang dihimpun, almarhum merupakan warga asli Desa Mandalawangi yang sehari-hari dikenal sebagai pribadi yang tekun beribadah. Tidak ada tanda-tanda mencurigakan sebelum ia naik ke menara azan. Ia tampak sehat seperti biasa dan berbincang ringan dengan beberapa jamaah sebelum waktu salat tiba.
Duka mendalam tak hanya dirasakan oleh pihak keluarga, tetapi juga seluruh warga desa dan jamaah Masjid Jami Attaqwa. Suara azan yang biasa dikumandangkannya setiap waktu salat kini hanya tinggal kenangan. Banyak warga yang menyebut kepergian Sukirta sebagai husnul khotimah—akhir hidup yang baik karena wafat dalam keadaan beribadah, menyerukan panggilan Allah.
Video rekaman CCTV yang beredar luas menuai ribuan komentar dan doa dari warganet. Banyak yang terharu dan mendoakan agar almarhum ditempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. "Innalillahi wa inna ilaihi rajiun. Semoga husnul khotimah," tulis salah satu komentar di media sosial.
Pihak keluarga telah menerima kepergian Sukirta dengan ikhlas. Jenazah almarhum langsung dibawa ke rumah duka dan dimakamkan pada hari yang sama setelah salat Jumat. Prosesi pemakaman dihadiri ratusan pelayat yang ingin memberikan penghormatan terakhir.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi banyak orang tentang kepastian ajal yang bisa datang kapan saja dan di mana saja. Kepergian Sukirta dalam posisi mulia sebagai pengumandang azan meninggalkan kesan spiritual tersendiri bagi warga Pandeglang dan umat Muslim yang menyaksikan kisahnya melalui rekaman video.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti Masjid Jami Attaqwa. Warga setempat berencana mengadakan tahlil dan doa bersama untuk mendoakan almarhum. Sementara itu, imbauan untuk menjaga kesehatan dan rutin memeriksakan kondisi tubuh juga disampaikan tokoh agama setempat, mengingat peristiwa serupa yang menimpa lansia sebelumnya di Gambir akibat kebakaran rumah—insiden memilukan yang juga baru-baru ini menyita perhatian publik.
Comments (0)