Swiss Matikan Reaktor Nuklir Imbas Gelombang Panas Ekstrem
Bern - Otoritas Swiss mengambil langkah darurat dengan mematikan sejumlah reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Beznau. PLTN yang berlokasi di bagian utara Swiss ini merupakan fas
Bern - Otoritas Swiss mengambil langkah darurat dengan mematikan sejumlah reaktor nuklir di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Beznau. PLTN yang berlokasi di bagian utara Swiss ini merupakan fasilitas nuklir tertua di kawasan Eropa yang masih beroperasi. Keputusan penonaktifan sementara ini diumumkan setelah gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa menyebabkan suhu air Sungai Aare, yang menjadi sumber pendingin reaktor, meningkat drastis melampaui ambang batas aman.
Perusahaan energi Swiss, Axpo, selaku operator PLTN Beznau, mengonfirmasi bahwa dua reaktor di fasilitas tersebut telah dimatikan pada Jumat (26/6) waktu setempat. Langkah ini diambil setelah pemantauan menunjukkan bahwa suhu air sungai mencapai 25 derajat Celsius, kondisi yang tidak memungkinkan pendinginan reaktor secara memadai.
"Suhu air pada Sungai Aare kembali mencapai 25 derajat Celsius kemarin dan hari ini. Kondisi pendinginan yang memadai belum terlihat akan tercapai," demikian pernyataan resmi Axpo, seperti dilansir media kami pada Sabtu (27/6/2026).
Gelombang panas yang melanda benua Eropa dalam beberapa pekan terakhir telah memecahkan berbagai rekor suhu di sejumlah negara. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor kesehatan dan pertanian, tetapi juga mengancam operasional infrastruktur energi, terutama pembangkit listrik yang mengandalkan sumber daya air untuk proses pendinginan. PLTN Beznau sendiri telah beroperasi sejak tahun 1969 untuk reaktor pertama dan 1971 untuk reaktor kedua, menjadikannya salah satu instalasi nuklir tertua di dunia yang masih aktif hingga saat ini.
Penonaktifan reaktor ini bukanlah yang pertama kali terjadi. Pada musim panas tahun-tahun sebelumnya, beberapa PLTN di Eropa juga terpaksa mengurangi daya atau bahkan dimatikan total karena suhu air sungai yang terlalu tinggi atau debit air yang rendah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai ketahanan energi nuklir di tengah perubahan iklim yang semakin ekstrem. Para ahli energi dan lingkungan telah lama memperingatkan bahwa peningkatan suhu global akan berdampak pada operasional pembangkit termal dan nuklir, yang sangat bergantung pada air untuk sistem pendinginannya.
Sementara itu, otoritas energi Swiss menyatakan bahwa pasokan listrik nasional tidak akan terganggu secara signifikan karena masih ada cadangan dari sumber energi lain, termasuk tenaga air dan impor dari negara tetangga. Namun, pemadaman reaktor ini tetap menjadi sorotan publik dan pemerhati lingkungan, mengingat PLTN Beznau juga telah berulang kali dikritik karena usia teknologinya yang sudah uzur. Axpo menegaskan bahwa reaktor akan kembali dioperasikan begitu suhu air sungai turun ke tingkat yang aman dan sistem pendinginan dapat berfungsi normal kembali. Hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan kondisi tersebut akan tercapai, mengingat prakiraan cuaca masih menunjukkan potensi panas berlanjut dalam beberapa hari mendatang.
Comments (0)