Waka Banggar Apresiasi Polri: Kepercayaan Publik Capai 82,4 Persen Bukti Kerja Keras Seluruh Anggota
JAKARTA — Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri kembali menunjukkan tren positif. Hasil survei yang dirilis oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kompas mencatatkan angka kepercayaan masyaraka
JAKARTA — Tingkat kepercayaan publik terhadap Polri kembali menunjukkan tren positif. Hasil survei yang dirilis oleh Pusat Penelitian dan Pengembangan Kompas mencatatkan angka kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum tersebut mencapai 82,4 persen. Pencapaian ini langsung menuai apresiasi dari berbagai pihak, termasuk dari DPR RI.
Wakil Ketua Badan Anggaran (Waka Banggar) DPR RI, Wihadi Wijanto, secara khusus menyampaikan penghargaan atas capaian tersebut. Ia menilai bahwa peningkatan kepercayaan publik ini tidak datang begitu saja, melainkan hasil dari dedikasi dan kinerja seluruh jajaran kepolisian di berbagai tingkatan.
"Mengucapkan selamat kepada Polri dalam survei yang dilakukan oleh Pusat Litbang Kompas di mana Polri sebagai lembaga yang mempunyai tingkat kepercayaan 82,4 persen dan juga citra positif Polri 71,5 persen," ujar Wihadi dalam keterangannya kepada media kami, Sabtu (27/6/2026).
Wihadi menekankan bahwa angka kepercayaan yang tinggi tersebut merupakan cerminan dari upaya berkelanjutan yang dilakukan institusi Bhayangkara dalam menjaga dan meningkatkan hubungan baik dengan masyarakat. Menurutnya, setiap anggota kepolisian memiliki peran penting dalam membangun persepsi publik yang positif.
"Ini adalah kerja keras dari seluruh aparat kepolisian, dari seluruh anggota kepolisian, di mana tetap menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri," imbuhnya.
Survei yang sama juga merekam citra positif Polri yang menyentuh angka 71,5 persen. Dua indikator ini menandakan bahwa upaya transformasi dan reformasi internal yang dilakukan Polri selama ini mulai membuahkan hasil yang nyata di mata masyarakat.
Menurut para pengamat yang dihubungi Beritadua.com, kenaikan kepercayaan publik terhadap Polri dapat dikaitkan dengan sejumlah pendekatan baru dalam pelayanan dan penegakan hukum yang lebih humanis. Program-program seperti penguatan fungsi pengaduan masyarakat, respons cepat terhadap laporan warga, serta pendekatan restoratif dalam penanganan kasus menjadi faktor pendorong utama.
Selain itu, transparansi yang semakin ditingkatkan oleh Polri dalam mengusut berbagai kasus besar juga disebut-sebut sebagai elemen kunci. Publik kini bisa lebih mudah mengakses informasi dan mengikuti proses hukum secara terbuka, sehingga rasa percaya terhadap netralitas dan profesionalisme institusi terus menguat.
Polri sendiri menargetkan untuk terus meningkatkan kedua indikator tersebut di masa mendatang. Berbagai program prioritas seperti digitalisasi layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengawasan internal yang lebih ketat akan terus diperkuat untuk menjaga momentum positif ini.
Pencapaian ini juga menjadi modal penting bagi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks. Dengan tingginya kepercayaan publik, sinergi antara masyarakat dan kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan diharapkan semakin solid dan berkelanjutan.
Comments (0)