Pertemuan Bersejarah: Puan Maharani dan PM Modi Pertegas Solidaritas Indonesia-India
JAKARTA, Beritadua.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, menyampaikan pesan penting tentang perlunya solidaritas dan saling menjaga antara Indonesia dan In
JAKARTA, Beritadua.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Puan Maharani, menyampaikan pesan penting tentang perlunya solidaritas dan saling menjaga antara Indonesia dan India di tengah memanasnya situasi geopolitik global. Pesan ini disampaikan langsung di hadapan Perdana Menteri India, Narendra Modi, dan Presiden Prabowo Subianto dalam sebuah pertemuan kenegaraan yang berlangsung di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026).
Dalam sambutannya, Puan mengungkapkan kegembiraannya dapat kembali bertemu dengan PM Modi setelah pertemuan terakhir mereka di Konferensi Parlemen 20 (P20) di India pada tahun 2023. "Saya berharap Yang Mulia merasakan hangatnya sambutan kami di Jakarta, sebagaimana hangatnya sambutan yang kami rasakan ketika berkunjung ke New Delhi," ujar Puan, membuka pidatonya yang penuh keakraban diplomatik.
"Saya senang sekali dapat bertemu kembali dengan Yang Mulia. Pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan kembali komitmen historis kedua bangsa untuk terus berdiri bersama, terutama saat dunia sedang tidak baik-baik saja," tambahnya.
Berdasarkan laporan media kami, suasana pertemuan di Gedung DPR RI begitu hangat dan penuh simbol persahabatan. Hadirnya Presiden Prabowo Subianto turut memperkuat sinyal bahwa hubungan Jakarta-New Delhi tengah memasuki fase strategis baru. Puan Maharani menekankan bahwa sebagai dua negara besar dengan populasi gabungan lebih dari 1,7 miliar jiwa, Indonesia dan India memikul tanggung jawab moral untuk menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Gejolak geopolitik yang dimaksud mencakup rivalitas kekuatan besar di Laut China Selatan, konflik berkepanjangan di Eropa Timur, dan dinamika keamanan energi global. Puan menyebut bahwa kolaborasi ekonomi, teknologi, dan pertahanan antara Indonesia dan India akan menjadi penyeimbang di tengah ketidakpastian. "Kita perlu saling menjaga. Tidak ada satu negara pun yang bisa menghadapi badai ini sendirian," tegasnya.
Lehih lanjut, Puan mengapresiasi konsistensi India dalam mendukung sentralitas ASEAN, di mana Indonesia menjadi tiang utama. Ia juga menyinggung potensi kerja sama konkret di bidang transformasi digital, energi terbarukan, dan keamanan pangan. Ketiga sektor ini dinilai krusial untuk menciptakan kemandirian regional dan mengurangi ketergantungan pada rantai pasok global yang rapuh.
Kedatangan PM Narendra Modi ke Jakarta merupakan bagian dari lawatan kenegaraan yang dijadwalkan membahas sejumlah perjanjian strategis, termasuk kerja sama pertahanan maritim dan peningkatan investasi bilateral. Perdana Menteri Modi, yang akan berpidato di hadapan anggota DPR, juga dijadwalkan bertemu dengan jajaran pengusaha Indonesia untuk menjajaki peluang ekonomi digital dan infrastruktur.
Para pengamat menilai, dialog antara Puan Maharani dan PM Modi mewakili semangat Asia untuk tampil sebagai kekuatan penjaga perdamaian. Dengan semakin meningkatnya polarisasi global, soliditas Indonesia-India diharapkan mampu menjadi jangkar bagi negara-negara berkembang lainnya untuk tetap berada pada poros netral dan produktif, jauh dari perseteruan ideologis yang kontraproduktif. Laporan dari parlemen menyebutkan bahwa kedua pemimpin sepakat menjadikan tahun ini sebagai tonggak peningkatan hubungan rakyat kedua negara melalui program pertukaran pemuda dan budaya yang lebih masif.
Media kami akan terus memantau perkembangan rangkaian kunjungan kenegaraan ini dan dampaknya bagi stabilitas ekonomi-politik Tanah Air.
Comments (0)