Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menepis isu yang beredar soal relokasi dua perusahaan komponen otomotif dari Indo

Klarifikasi ini disampaikan menyusul perintah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) pada

Jul 08, 2026 - 06:14
0 0
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menepis isu yang beredar soal relokasi dua perusahaan komponen otomotif dari Indo

Klarifikasi ini disampaikan menyusul perintah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (Dirjen ILMATE) pada Minggu (21/6) sore. Menteri menilai isu tersebut sensitif dan berpotensi mempengaruhi citra industri serta iklim penanaman modal asing di sektor otomotif nasional. Oleh karena itu, Kemenperin bergerak cepat dengan melakukan verifikasi langsung ke lokasi.

“Pada hari Minggu sore tanggal 21 Juni 2026, Bapak Menteri Perindustrian telah memerintahkan Dirjen ILMATE untuk menelusuri kebenaran informasi relokasi perusahaan industri komponen otomotif dari Indonesia ke Vietnam. Mempertimbangkan kehati-hatian dan sensitivitas isu ini bagi industri dan investasi asing pada sektor industri otomotif Indonesia, maka pada hari ini kami menyampaikan temuan lapangannya pada publik,” ujar Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arief dalam keterangan tertulis, Rabu (24/6/2026).

Hasil pengecekan di lapangan menunjukkan bahwa pabrik-pabrik yang dimaksud tetap menjalankan kegiatan produksi seperti biasa. Tak ada indikasi penghentian operasi atau perampingan tenaga kerja. Kemenperin menegaskan, informasi yang menyebutkan relokasi ke Vietnam tidak berdasar.

Isu perpindahan pabrik otomotif ke Vietnam sebenarnya bukan kali pertama mencuat. Vietnam belakangan memang gencar menarik investasi manufaktur, termasuk dari sektor komponen kendaraan, berkat insentif fiskal dan kemudahan regulasi. Namun, data terbaru dari Kemenperin memperlihatkan bahwa fundamental industri komponen dalam negeri masih solid. Permintaan dari pabrikan otomotif di Indonesia tetap tinggi seiring dengan pertumbuhan pasar kendaraan bermotor yang terus membaik pascapemulihan ekonomi.

Kemenperin pun menekankan bahwa pemerintah terus mendorong kemitraan antara industri komponen dengan prinsipal global, termasuk menjaga hubungan investasi yang sudah terjalin. Langkah proaktif seperti penelusuran cepat ini diharapkan mampu meredam spekulasi dan menjaga kepercayaan pelaku usaha.

Dengan tidak adanya rencana relokasi maupun PHK, Kementerian Perindustrian memastikan stabilitas sektor otomotif nasional tetap terjaga. Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan terbuka terhadap masukan dari pelaku industri. Imbauan disampaikan kepada seluruh pemangku kepentingan agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, mengingat dampaknya yang luas bagi ekosistem industri tanah air.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User