Pakistan Serang Afghanistan Lagi, 36 Orang Tewas
Kabul — Pakistan kembali melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah timur Afghanistan, memicu gelombang baru ketegangan antara dua negara bertetangga yang telah lama menyimpan rivalitas pa
Kabul — Pakistan kembali melancarkan serangkaian serangan udara ke wilayah timur Afghanistan, memicu gelombang baru ketegangan antara dua negara bertetangga yang telah lama menyimpan rivalitas pahit. Berdasarkan laporan yang dihimpun Beritadua.com, serangan terbaru Islamabad pada Minggu malam waktu setempat telah merenggut sedikitnya 36 nyawa warga sipil dan melukai lebih dari 100 orang lainnya.
Otoritas Afghanistan yang saat ini dikuasai oleh kelompok Taliban mengonfirmasi bahwa wilayah yang dihantam adalah permukiman padat penduduk di provinsi Khost dan Kunar. Pihak berwenang Afghanistan mengecam keras aksi tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan yang tak dapat ditoleransi.
"Pakistan tidak hanya melanggar wilayah udara kami, tetapi juga telah menargetkan warga sipil tak berdosa. Kami mencatat jeda puluhan korban jiwa dan ratusan luka-luka akibat agresi semalam," ujar juru bicara Kementerian Pertahanan Afghanistan melalui pernyataan resmi, merujuk pada laporan yang diterima media kami.
Di sisi lain, pihak militer Pakistan mengklaim bahwa operasi udara tersebut menyasar basis-basis militan Tehreek-e-Taliban Pakistan (TTP) yang diduga menjadi aktor intelektual di balik serangan berdarah di Karachi pada akhir pekan sebelumnya. Islamabad meyakini kelompok tersebut menggunakan tanah Afghanistan sebagai tempat perlindungan untuk merencanakan aksi teror lintas batas.
Serangan terbaru ini merupakan eskalasi signifikan dalam hubungan bilateral kedua negara yang kian memburuk sejak Taliban mengambil alih tampuk kekuasaan di Kabul pada Agustus 2021. Meskipun secara ideologis kedua pihak memiliki afiliasi serupa, ketegangan perbatasan dan perbedaan kepentingan strategis telah memicu serangkaian bentrokan mematikan.
Pada Februari lalu, konflik bersenjata antara pasukan perbatasan kedua negara berlangsung selama beberapa pekan, menyebabkan korban jiwa di pihak militer maupun warga sipil. Beritadua.com mencatat bahwa insiden Februari tersebut sempat mereda setelah mediasi pihak ketiga, namun tampaknya gesekan kembali memanas akibat klaim saling serang di perbatasan yang belum terselesaikan.
Para analis keamanan yang diwawancarai media kami memperkirakan bahwa pola serangan balasan dan klaim sepihak seperti ini akan terus berlanjut selama mekanisme komunikasi krisis kedua negara tetap buntu.
"Ketidakmampuan untuk membangun saluran diplomasi yang efektif antara Islamabad dan Kabul menjadi bensin yang menyulut api di perbatasan. Selama masing-masing pihak merasa bisa bertindak tanpa konsekuensi internasional, warga sipil akan terus menjadi korban," tulis laporan Beritadua.com yang diterbitkan pagi ini.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari PBB atau organisasi regional terkait serangan terbaru ini. Namun, kantor koordinasi bantuan kemanusiaan di perbatasan melaporkan adanya gelombang pengungsian kecil dari distrik-distrik terdekat ke pusat kota provinsi yang dinilai lebih aman dari ancaman serangan lanjutan.
Comments (0)