Keluhan Masyarakat di Tiga Kabupaten
Jakarta - Kegaduhan melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah setelah warga penerima bantuan pangan melaporkan adanya keanehan pada produk MinyaKita. Minyak goreng bersubsidi yang semestinya menjadi so
Jakarta - Kegaduhan melanda sejumlah wilayah di Jawa Tengah setelah warga penerima bantuan pangan melaporkan adanya keanehan pada produk MinyaKita. Minyak goreng bersubsidi yang semestinya menjadi solusi kebutuhan pokok itu justru mengeluarkan aroma menyengat menyerupai bahan bakar solar. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, keluhan tersebut berasal dari masyarakat di tiga kabupaten, yakni Karanganyar, Klaten, dan Wonogiri. Temuan ini sontak menjadi perhatian serius karena menyangkut keamanan pangan jutaan keluarga.
Perum Bulog Bertindak Cepat
Mengetahui adanya dugaan penyimpangan kualitas, Perum Bulog tidak tinggal diam. Produk yang diduga kuat berasal dari PT Kusuma Mukti Remaja (PT KMR) itu langsung diperintahkan untuk ditarik dari peredaran. Langkah tegas ini diambil untuk melindungi masyarakat dari potensi bahaya konsumsi. Penarikan menyeluruh dilakukan pasca-konfirmasi bahwa aroma solar tersebut memang terdeteksi pada kemasan MinyaKita yang sudah diterima warga.
"Kami memutuskan untuk menarik seluruh produk MinyaKita yang diduga tercemar aroma solar. Keselamatan dan kesehatan masyarakat adalah prioritas utama kami." — Ahmad Rizal Ramdhani, Direktur Utama Perum Bulog dalam pernyataan resminya.
Inspeksi Langsung ke Pabrik Produsen
Pada Sabtu lalu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani melakukan kunjungan mendadak ke fasilitas produksi PT KMR. Inspeksi tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh rantai produksi—mulai dari penampungan bahan baku, proses pengolahan, hingga pengemasan—berjalan sesuai standar mutu, keamanan pangan, dan higienitas yang ketat. "Kami perlu memastikan apakah ada kontaminasi silang atau praktik yang tidak sesuai prosedur di fasilitas produksi," ujar Rizal saat ditemui di lokasi.
Dari peninjauan yang dilakukan, tim investigasi Bulog menemukan beberapa catatan kritis. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai penyebab pasti, dugaan sementara mengarah pada penggunaan tangki penyimpanan yang sebelumnya dipakai untuk produk berbasis minyak solar tanpa pembersihan yang memadai. Namun, pihak PT KMR belum memberikan tanggapan terbuka atas tuduhan tersebut.
Dampak dan Langkah Lanjutan
Penarikan produk ini berdampak pada bantuan pangan di tiga kabupaten yang seharusnya sudah disalurkan. Bulog berjanji akan segera mengganti produk yang ditarik dengan MinyaKita baru yang telah lolos uji laboratorium. Sementara itu, investigasi internal bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) terus digelar untuk mengusut tuntas biang keladi masalah ini. "Kami akan berkoordinasi dengan semua pihak terkait. Jika ada kesengajaan atau kelalaian, sanksi tegas akan diberikan," tegas Rizal.
Masyarakat diimbau untuk tidak mengonsumsi MinyaKita yang beraroma menyengat dan segera melaporkan jika menemukan produk serupa di lingkungannya. Hingga berita ini diturunkan, diskusi antara Bulog, BPOM, dan PT KMR masih berlangsung untuk menentukan sumber kontaminasi dan memastikan kejadian serupa tidak terulang. Perum Bulog juga berencana memperketat pengawasan terhadap produsen rekanan guna menjaga kepercayaan publik terhadap program stabilisasi harga pangan pokok.
Comments (0)