Pengusaha Keramik Minta Alokasi Gas Murah Jadi 80% Demi Daya Saing Nasional

Jakarta - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar kembali menaikkan porsi alokasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menjadi 70-80%. Langkah in

Jul 08, 2026 - 06:06
0 0
Pengusaha Keramik Minta Alokasi Gas Murah Jadi 80% Demi Daya Saing Nasional

Jakarta - Asosiasi Aneka Industri Keramik Indonesia (ASAKI) menyampaikan harapan besar kepada pemerintah agar kembali menaikkan porsi alokasi Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) menjadi 70-80%. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat daya saing industri keramik nasional yang tengah menghadapi tekanan berat dari pasar global.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, permintaan tersebut muncul menyusul keputusan pemerintah yang telah menurunkan harga regasifikasi LNG industri menjadi US$ 13 per MMBTU serta menaikkan alokasi HGBT menjadi 50%. Meskipun ASAKI mengapresiasi kebijakan ini, asosiasi menilai peningkatan alokasi yang lebih signifikan masih sangat diperlukan.

Ketua Umum ASAKI, Edy Suyanto, menegaskan bahwa peningkatan alokasi gas murah hingga 80% merupakan langkah strategis yang tidak bisa ditunda. "Kebijakan ini penting untuk memperkuat resiliensi industri nasional di tengah ketatnya persaingan regional dan derasnya arus produk impor, terutama dari China dan India," ujarnya dalam keterangan yang diterima media kami.

Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali kebutuhan sektor industri manufaktur yang sangat bergantung pada pasokan gas bumi dengan harga kompetitif. Tanpa dukungan ini, industri keramik dalam negeri akan semakin sulit bertahan.

Sektor industri keramik nasional saat ini berada dalam posisi yang tidak mudah. Banjirnya produk impor dengan harga lebih murah dari China dan India membuat produsen lokal harus berjuang keras mempertahankan pangsa pasar. Situasi ini diperparah dengan beban biaya energi yang menjadi komponen signifikan dalam struktur biaya produksi keramik.

ASAKI menilai bahwa kebijakan alokasi HGBT yang lebih besar tidak hanya akan menyelamatkan industri dari ancaman PHK massal, tetapi juga memberikan efek berganda atau multiplier effect bagi perekonomian nasional. Industri keramik dikenal sebagai sektor padat karya yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, sehingga setiap guncangan pada sektor ini berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.

Lebih jauh, ASAKI menekankan bahwa dukungan harga gas yang kompetitif akan memungkinkan produsen keramik Indonesia untuk lebih agresif melakukan ekspansi pasar ekspor dan mengurangi ketergantungan pada pasar domestik. Dengan kapasitas produksi yang memadai dan harga yang bersaing, produk keramik Indonesia sebenarnya memiliki potensi besar untuk menembus pasar internasional.

Pemerintah sendiri belum memberikan tanggapan resmi terkait permintaan ASAKI tersebut. Namun, sejumlah kalangan pelaku industri lainnya turut menyuarakan harapan serupa agar kebijakan HGBT dapat diperluas cakupannya demi menjaga keberlangsungan sektor manufaktur nasional di tengah dinamika ekonomi global yang penuh ketidakpastian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User