Gelombang PHK di Industri Tembakau, Raksasa Rokok Pangkas 9.000 Tenaga Kerja
Jakarta — Perusahaan tembakau multinasional British American Tobacco (BAT) mengumumkan rencana efisiensi besar-besaran yang akan berdampak pada sekitar 9.000 karyawannya secara global. Angka terseb
Jakarta — Perusahaan tembakau multinasional British American Tobacco (BAT) mengumumkan rencana efisiensi besar-besaran yang akan berdampak pada sekitar 9.000 karyawannya secara global. Angka tersebut setara dengan hampir 20 persen dari total tenaga kerja yang saat ini dimiliki perusahaan.
Berdasarkan laporan dari media kami, langkah restrukturisasi ini diambil di tengah menurunnya permintaan pasar terhadap produk rokok konvensional dan strategi perseroan untuk mengakselerasi transformasi bisnis berbasis kecerdasan buatan (AI). Saat ini, BAT tercatat memiliki total karyawan sekitar 47.000 orang yang tersebar di berbagai penjuru dunia.
Rencana efisiensi ini mencakup pemutusan hubungan kerja langsung terhadap 5.500 karyawan serta pengalihan 3.500 posisi pekerjaan ke pihak ketiga melalui mekanisme alih daya atau outsourcing.
Manajemen BAT tidak memberikan perincian secara spesifik mengenai negara atau posisi jabatan mana yang paling terdampak oleh gelombang pengurangan tenaga kerja ini. Namun, perusahaan memberi indikasi bahwa lini operasional bisnisnya di Amerika Serikat tidak akan tersentuh oleh kebijakan efisiensi tersebut.
Dengan dilaksanakannya aksi korporasi ini, perusahaan memperkirakan mampu mengantongi penghematan biaya operasional hingga 600 juta poundsterling per tahun pada 2028. Jika dikonversikan ke dalam mata uang rupiah, dengan asumsi kurs Rp 23.688 per poundsterling, penghematan tersebut mencapai kisaran Rp 14,21 triliun.
Comments (0)