Transformasi Besar Sektor Perhotelan: InJourney Resmi Kelola Seluruh Hotel BUMN

Jakarta – Sebuah langkah strategis berskala nasional resmi dimulai hari ini. Seluruh aset perhotelan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara formal disatukan pengelolaannya di bawah satu atap,

Jul 08, 2026 - 06:10
0 0
Transformasi Besar Sektor Perhotelan: InJourney Resmi Kelola Seluruh Hotel BUMN

Jakarta – Sebuah langkah strategis berskala nasional resmi dimulai hari ini. Seluruh aset perhotelan milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) secara formal disatukan pengelolaannya di bawah satu atap, yaitu PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau yang lebih dikenal sebagai InJourney. Konsolidasi besar-besaran ini merupakan bagian dari orkestrasi transformasi sektor hospitality yang digerakkan oleh lembaga pengelola investasi, Danantara. Dengan aksi korporasi ini, ekosistem perhotelan negara diharapkan mampu melompat lebih tinggi dalam hal daya saing sekaligus menjadi katalis utama bagi penguatan industri pariwisata nasional.

Menurut laporan yang dihimpun media kami di Jakarta, proses integrasi ini ditandai dengan penandatanganan Conditional Sale and Purchase Agreement (CSPA) oleh 45 hotel yang sebelumnya tersebar di bawah naungan berbagai entitas BUMN. Penandatanganan tersebut menjadi fondasi hukum untuk menyatukan seluruh aset ke dalam ekosistem InJourney yang terintegrasi.

"Penyatuan seluruh hotel BUMN merupakan langkah strategis untuk menciptakan pengelolaan aset yang lebih efisien dan bernilai tambah. Ini bukan sekadar merger aset, melainkan sebuah lompatan besar untuk membangun standar pelayanan dan daya saing global di sektor perhotelan," ujar Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, dalam keterangan yang dikonfirmasi Beritadua.com.

InJourney, yang selama ini dikenal sebagai induk holding pariwisata dan aviasi, kini tidak hanya mengelola destinasi wisata super prioritas dan bandara, tetapi juga secara agresif memperluas portofolio akomodasi. Dengan rampungnya proses konsolidasi ini, InJourney memproyeksikan total portofolio hotel yang dikelola akan mencapai angka 120 hotel dalam waktu dekat. Proyeksi ini secara otomatis mendongkrak posisi InJourney menjadi operator hotel terbesar kedua di Indonesia, sebuah pencapaian yang signifikan dalam peta persaingan industri perhotelan Tanah Air yang selama ini didominasi oleh jaringan swasta internasional.

Para analis memandang langkah ini sebagai terobosan untuk mengurangi tumpang tindih pengelolaan aset antar-BUMN yang selama ini dinilai tidak efisien. Dengan adanya standarisasi di bawah InJourney, hotel-hotel BUMN yang tersebar dari kota metropolitan hingga daerah terpencil dapat menawarkan diferensiasi produk yang lebih jelas dan strategi pemasaran yang terpadu. Konsolidasi ini juga membuka peluang besar untuk optimalisasi tingkat hunian, efisiensi operasional, hingga negosiasi harga yang lebih kompetitif dengan pemasok skala nasional.

Lebih jauh, transformasi ini digadang-gadang sebagai bentuk nyata kehadiran negara dalam membangun industri pariwisata yang mandiri dan berdaulat. Dengan kekuatan kolektif 120 hotel, InJourney mampu menciptakan supply chain perhotelan yang kuat, mulai dari pengadaan linen hingga program pelatihan sumber daya manusia bersertifikasi internasional. Langkah ini sekaligus menjadi bukti bahwa pengelolaan aset negara secara profesional mampu menghasilkan entitas bisnis yang tidak hanya sehat secara finansial, tetapi juga menjadi kebanggaan nasional di mata dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User