Pasar Logistik ASEAN Diproyeksi Tembus US$ 390 Miliar

Batam, Beritadua.com — Pelaku usaha logistik dari seluruh negara ASEAN berkumpul di Batam dalam ajang ASEAN Federation of Forwarders Associations (AFFA) Council Mid-Year Meeting 2026. Pertemuan yan

Jul 08, 2026 - 06:10
0 0
Pasar Logistik ASEAN Diproyeksi Tembus US$ 390 Miliar

Batam, Beritadua.com — Pelaku usaha logistik dari seluruh negara ASEAN berkumpul di Batam dalam ajang ASEAN Federation of Forwarders Associations (AFFA) Council Mid-Year Meeting 2026. Pertemuan yang berlangsung pada 25–26 Juni 2026 ini menjadi panggung diskusi strategis untuk memperkuat konektivitas logistik kawasan di tengah dinamika perubahan rantai pasok global. Forum yang diselenggarakan oleh AFFA bersama Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) tersebut mengusung tema Strengthening ASEAN Logistics Connectivity through Trade Facilitation, Digitalization, Security, and Capacity Development.

Tema itu merefleksikan visi besar kawasan untuk menjadikan sektor logistik sebagai tulang punggung integrasi ekonomi. Dalam pertemuan tersebut, para peserta menekankan pentingnya fasilitasi perdagangan, percepatan digitalisasi, peningkatan standar keamanan, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia sebagai pilar utama penguatan konektivitas.

Berdasarkan data yang diungkap dalam forum, pasar logistik dan pengiriman barang (freight) di kawasan ASEAN menunjukkan prospek pertumbuhan yang menjanjikan. Proyeksi nilai pasar pada tahun 2025 diperkirakan mencapai sekitar US$ 288 miliar. Angka ini berpotensi melonjak menjadi US$ 390 miliar pada tahun 2030, menandakan ekspansi yang signifikan dalam lima tahun ke depan.

“Nilai pasar freight dan logistik di kawasan diperkirakan mencapai sekitar US$ 288 miliar pada 2025 dan berpotensi meningkat menjadi US$ 390 miliar pada 2030,” demikian cuplikan data yang menjadi sorotan dalam pertemuan tersebut.

Dari seluruh negara anggota ASEAN, Indonesia disebut sebagai kontributor terbesar dalam pasar logistik kawasan. Posisi strategis Indonesia sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, didukung oleh sebaran geografis kepulauan yang luas, menjadikan negeri ini sebagai pusat aktivitas logistik yang vital. Permintaan domestik yang tinggi, pembangunan infrastruktur yang masif, serta pertumbuhan e-commerce dan manufaktur, terus mendorong dominasi Indonesia dalam rantai pasok ASEAN.

Pertemuan di Batam juga menjadi wadah bagi para asosiasi forwarder se-ASEAN untuk menyelaraskan langkah dalam menghadapi tantangan bersama. Isu keamanan rantai pasok, pemanfaatan teknologi digital untuk mempercepat proses kepabeanan, serta harmonisasi regulasi menjadi topik yang mendapat perhatian serius. Digitalisasi dinilai sebagai kunci untuk memangkas biaya logistik yang masih relatif tinggi di beberapa negara anggota, sekaligus meningkatkan transparansi dan kecepatan layanan.

Media kami mencatat bahwa pertemuan ini menghasilkan rekomendasi konkret yang akan dibawa ke tingkat kebijakan masing-masing negara, termasuk perlunya investasi dalam infrastruktur digital logistik, pelatihan tenaga kerja terampil, serta penguatan kerja sama antarnegara dalam hal keamanan rantai pasok.

ALFI sebagai tuan rumah menegaskan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam memajukan sektor logistik regional. Kolaborasi melalui AFFA dinilai menjadi motor penggerak untuk mewujudkan ASEAN sebagai pusat logistik global yang tangguh dan berdaya saing tinggi. Dengan proyeksi pasar yang terus menanjak, momentum ini diyakini akan membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru di seluruh kawasan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User