Kim Jong Ungkap Program Nuklir Angkatan Laut, Targetkan Kapal Perang Raksasa 10.000 Ton

Pyongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara terbuka mengonfirmasi bahwa negaranya sedang dalam proses mempersenjatai Angkatan Laut dengan kemampuan nuklir. Langkah strategis ini menandai es

Jul 07, 2026 - 23:57
0 0
Kim Jong Ungkap Program Nuklir Angkatan Laut, Targetkan Kapal Perang Raksasa 10.000 Ton

Pyongyang - Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, secara terbuka mengonfirmasi bahwa negaranya sedang dalam proses mempersenjatai Angkatan Laut dengan kemampuan nuklir. Langkah strategis ini menandai eskalasi signifikan dalam modernisasi militer Pyongyang di sektor maritim.

Selain memperkuat armada dengan persenjataan atom, Kim juga mengungkapkan ambisi besar untuk memperluas kapasitas pertahanan laut. Rencana terbaru mencakup pembangunan kapal perang berat yang berbobot hingga 10.000 ton, sebuah proyek yang akan membawa kemampuan Angkatan Laut Korut ke level yang lebih tinggi.

Pernyataan tersebut disampaikan langsung oleh Kim Jong Un dalam sebuah upacara peresmian di kota pelabuhan Nampo pada Selasa (23/6), seperti dilaporkan oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) dan dikutip oleh laporan media kami. Agenda utama dalam seremoni itu adalah peresmian kapal perang kelas 5.000 ton yang diberi nama Choe Hyon. Kapal ini merupakan salah satu dari dua kapal perang berbobot serupa yang sukses diluncurkan oleh negara bersenjata nuklir itu pada tahun lalu.

Di hadapan para perwira tinggi militer dan pekerja galangan kapal, Kim menegaskan bahwa pengembangan armada bukan sekadar proyek biasa, melainkan tulang punggung pertahanan negara. Ia menekankan bahwa modernisasi ini berjalan paralel dengan doktrin deterens nuklir Pyongyang.

Program Nuklir Maritim Korut Sesuai Target

"Program melengkapi Angkatan Laut dengan senjata nuklir berjalan sesuai rencana tanpa kesalahan," tegas Kim Jong Un dalam pidatonya yang disiarkan oleh media pemerintah.

Keberadaan kapal perang kelas 5.000 ton seperti Choe Hyon dipandang sebagai lompatan besar bagi Korut. Selama ini, armada laut Pyongyang dikenal didominasi oleh kapal-kapal patroli kecil dan kapal selam tua era Soviet. Keberhasilan memproduksi kapal permukaan dengan bobot menengah ini menunjukkan kemajuan signifikan dalam teknologi perkapalan mereka, meskipun berada di bawah rezim sanksi internasional yang ketat.

Dengan target baru berupa kapal perang 10.000 ton, analis militer memperkirakan Korut berniat menyaingi kapal perusak modern yang dioperasikan oleh negara-negara tetangganya. Kapal sebesar itu berpotensi dipersenjatai dengan rudal jelajah, torpedo canggih, dan kemungkinan platform peluncuran vertikal, yang secara dramatis mengubah keseimbangan kekuatan di perairan Semenanjung Korea.

Langkah ini juga memperkuat sinyal bahwa Pyongyang tidak hanya fokus pada pengembangan rudal balistik berbasis darat, tetapi juga bertekad menciptakan "triad nuklir" yang solid. Pengembangan sistem ini memungkinkan Korut melancarkan serangan nuklir dari darat, udara, dan kini secara operasional dari laut.

Pengerahan senjata nuklir taktis ke kapal permukaan sebelumnya telah diprediksi oleh komunitas intelijen, seiring dengan uji coba drone bawah air nuklir dan rudal jelajah strategis yang dilakukan Korut dalam beberapa tahun terakhir. Kehadiran langsung Kim di Nampo juga menegaskan prioritas tinggi proyek ini di tengah krisis ekonomi domestik dan ketegangan geopolitik yang berkelanjutan dengan Amerika Serikat serta Korea Selatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User