Pabrik Rokok Raksasa Ini Mau PHK 9.000 Pekerja di Seluruh Dunia

Jakarta – Raksasa industri tembakau asal Inggris, British American Tobacco (BAT), mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja massal yang akan berdampak pada sekitar 9.000 karyawan di seluruh duni

Jul 08, 2026 - 00:28
0 0
Pabrik Rokok Raksasa Ini Mau PHK 9.000 Pekerja di Seluruh Dunia

Jakarta – Raksasa industri tembakau asal Inggris, British American Tobacco (BAT), mengumumkan rencana pemutusan hubungan kerja massal yang akan berdampak pada sekitar 9.000 karyawan di seluruh dunia. Angka ini mewakili hampir 20% dari total tenaga kerja global perusahaan yang saat ini tercatat mencapai sekitar 47.000 orang. Langkah efisiensi besar-besaran ini diambil menyusul pelemahan permintaan rokok konvensional di pasar global, sekaligus sebagai bagian dari transformasi bisnis perusahaan yang kini mengandalkan teknologi kecerdasan buatan.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, rencana efisiensi ini akan dilakukan melalui dua skema utama. Pertama, pemutusan hubungan kerja langsung terhadap sekitar 5.500 karyawan. Kedua, pengalihan sekitar 3.500 posisi pekerjaan kepada pihak ketiga atau sistem alih daya. Meskipun pengurangan tenaga kerja ini berskala global, pihak manajemen BAT tidak memberikan perincian spesifik mengenai negara atau divisi mana yang akan terkena dampak paling besar. Perusahaan hanya memberikan sinyal bahwa lini bisnis mereka di Amerika Serikat tidak akan terpengaruh oleh gelombang PHK ini.

Transformasi Bisnis Berbasis Kecerdasan Buatan

Keputusan strategis ini tidak bisa dilepaskan dari perubahan lanskap industri tembakau global yang kian menantang. Permintaan rokok konvensional terus merosot di berbagai negara seiring meningkatnya kesadaran kesehatan dan regulasi yang semakin ketat. Untuk menghadapi tekanan tersebut, BAT secara agresif mendorong transformasi bisnis berbasis kecerdasan buatan guna meningkatkan efisiensi operasional dan memangkas biaya secara signifikan.

Investasi besar-besaran pada teknologi AI diyakini mampu mengotomatisasi berbagai proses bisnis yang sebelumnya membutuhkan intervensi manusia dalam jumlah besar. Mulai dari rantai pasok, pemasaran, hingga layanan pelanggan, semuanya kini dioptimalkan melalui sistem berbasis kecerdasan buatan. Langkah ini memang berpotensi menghilangkan ribuan lapangan kerja, namun di sisi lain diharapkan mampu menjaga keberlanjutan bisnis perusahaan di tengah tekanan pasar yang semakin berat.

Target Penghematan Mencapai Rp14,21 Triliun per Tahun

Dari sisi finansial, efisiensi besar-besaran ini diproyeksikan membuahkan hasil yang sangat signifikan. Perusahaan memperkirakan dapat menghemat anggaran hingga 600 juta poundsterling atau setara dengan Rp14,21 triliun per tahun (menggunakan kurs Rp23.688 per poundsterling Inggris) pada tahun 2028. Angka penghematan ini menjadi target ambisius yang diharapkan mampu memperkuat posisi keuangan perusahaan dan memberikan ruang lebih besar untuk investasi di segmen produk alternatif yang tengah dikembangkan.

Langkah efisiensi ini mencerminkan tren yang lebih luas di industri tembakau global. Para pemain besar di sektor ini berlomba-lomba merampingkan operasi dan beralih ke produk-produk baru seperti rokok elektrik, produk tembakau yang dipanaskan, dan kantong nikotin modern. Transformasi model bisnis menjadi keniscayaan di tengah disrupsi teknologi dan perubahan preferensi konsumen yang bergerak semakin cepat. Namun, dampak sosial dari hilangnya ribuan lapangan kerja tetap menjadi persoalan serius yang harus diantisipasi oleh berbagai pihak terkait.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
nadia-rahmawati

Reporter Nasional. Reporter isu nasional dan kebijakan publik.

Comments (0)

User