Kecelakaan Maut di Perempatan Palima
SERANG – Sebuah bus antarkota rute Serang-Pandeglang menabrak sepeda motor setelah diduga menerobos lampu merah di perempatan Palima, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (30/6/2026) siang.
SERANG – Sebuah bus antarkota rute Serang-Pandeglang menabrak sepeda motor setelah diduga menerobos lampu merah di perempatan Palima, Kecamatan Pabuaran, Kabupaten Serang, Selasa (30/6/2026) siang. Insiden ini merenggut nyawa pengendara sepeda motor pria berinisial IF (36) yang tewas di lokasi kejadian.
Menurut laporan yang dihimpun media kami, bus milik perusahaan otobus Asli Prima itu melaju dari arah Serang menuju Pandeglang. Sesampai di simpang bersinyal Palima, lampu lalu lintas sudah menunjukkan warna merah. Namun, bus diduga tidak melakukan perlambatan dan justru terus melaju, sehingga menghantam sepeda motor yang melintas dari arah berbeda. Benturan keras tak terhindarkan, membuat pengendara motor terpental dan mengalami cedera fatal.
Korban, warga sekitar Kecamatan Pabuaran, dinyatakan meninggal dunia di tempat oleh petugas medis yang tiba beberapa saat setelah kejadian. Sementara itu, sopir bus yang identitasnya belum diungkap, langsung diamankan oleh warga sekitar dan diserahkan kepada Kepolisian Sektor Pabuaran.
Arus Lalu Lintas Ramai, Petugas Langsung Olah TKP
Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas (Kanit Laka) Satlantas Polresta Serang Kota menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat arus kendaraan di perempatan tersebut sedang padat. Banyak saksi mata yang melihat langsung detik-detik tabrakan, termasuk pengguna jalan lain yang sempat merekam kejadian.
“Tim kami tiba di TKP sekitar pukul 12.30 WIB, tak lama setelah menerima laporan. Kami langsung melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan saksi, dan mengamankan sopir bus. Korban sudah dalam kondisi meninggal dunia saat petugas datang,” ujar Kanit Laka Satlantas Polresta Serang Kota, Rabu (1/7/2026).
Petugas kepolisian juga mengevakuasi jasad korban ke RSUD dr. Dradjat Prawiranegara untuk proses identifikasi lebih lanjut. Barang bukti berupa bus dan sepeda motor yang rusak parah dibawa ke Unit Laka Lantas guna penyelidikan tambahan.
Pengalihan Arus dan Dampak Lalu Lintas
Akibat kecelakaan ini, kemacetan sempat mengular di Jalan Raya Serang-Pandeglang. Polisi terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas dengan mengalihkan kendaraan menuju jalur alternatif melalui Jalan Lingkar Selatan. Setelah proses evakuasi selesai sekitar pukul 14.15 WIB, arus kendaraan berangsur normal kembali.
Beberapa saksi mata mengungkapkan, bus Asli Prima terlihat melaju dengan kecepatan cukup tinggi sebelum insiden. “Saya dengar klakson panjang, lalu suara benturan keras. Saat saya lihat, pengendara motor sudah tergeletak di aspal,” tutur Ridwan, seorang pedagang kaki lima di sekitar lokasi.
Penyelidikan Berlanjut
Satlantas Polresta Serang Kota masih mendalami penyebab pasti kecelakaan, termasuk kemungkinan kelalaian sopir atau gangguan teknis pada bus. Pemeriksaan terhadap sopir bus dilakukan untuk mengungkap apakah yang bersangkutan mengantuk, lengah, atau sengaja melanggar aturan lalu lintas. Hasil tes urine juga akan dilakukan untuk memastikan tidak ada pengaruh zat terlarang.
Polisi mengimbau seluruh pengemudi angkutan umum agar senantiasa mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan penumpang serta sesama pengguna jalan. “Kami tidak akan segan menindak tegas sopir yang mengabaikan keselamatan berlalu lintas, apalagi sampai menghilangkan nyawa orang lain,” tegas Kanit Laka.
Hingga berita ini diturunkan, pihak keluarga korban telah dihubungi dan sedang mengurus proses pemakaman. Sementara itu, manajemen PO Asli Prima belum memberikan pernyataan resmi terkait insiden tersebut.
Comments (0)