Gempa M 4,2 Guncang Buru Selatan Maluku, Berpusat di Laut Dalam
Buru Selatan – Wilayah Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, kembali diguncang aktivitas tektonik. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Senin malam (20/6/2026), sebuah gempa bumi be
Buru Selatan – Wilayah Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku, kembali diguncang aktivitas tektonik. Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami pada Senin malam (20/6/2026), sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4,2 terdeteksi terjadi di sekitar wilayah tersebut. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam rilisan resminya mengonfirmasi bahwa peristiwa alam ini terjadi tepat pada pukul 22.38 WIB.
Sesuai data parameter seismik yang diterima redaksi, pusat gempa atau episenter terletak di koordinat 5,23 derajat Lintang Selatan dan 128,53 derajat Bujur Timur. Jika ditarik secara geografis, titik gempa ini berada di kawasan perairan di sekitar Buru Selatan. Yang menjadi perhatian, meskipun kekuatannya relatif kecil, gempa ini memiliki kedalaman yang sangat signifikan, yaitu mencapai 295 kilometer di bawah permukaan tanah. Kedalaman sebesar itu mengklasifikasikan gempa ini sebagai gempa dalam (deep focus earthquake).
"Gempa Mag:4.2," tulis BMKG melalui saluran informasi resminya, mengonfirmasi parameter kejadian tersebut.
Dengan pusat gempa yang sangat dalam, mekanisme pemicu gempa ini diduga kuat berasal dari aktivitas subduksi atau deformasi slab di lempeng laut yang menunjam jauh ke perut bumi. Analisis awal menunjukkan gempa ini dipicu oleh aktivitas dalam Lempeng Laut Banda yang tersubduksi hingga ke kedalaman mantel bumi, meskipun detail mengenai mekanisme sumber perlu menunggu hasil analisis lengkap dari BMKG. Zona Buru Selatan dan Laut Banda memang dikenal sebagai salah satu kawasan seismik paling aktif dan kompleks di Indonesia karena adanya pertemuan beberapa lempeng tektonik utama.
Kendati terdeteksi secara instrumentasi, masyarakat di pesisir Buru Selatan dan daerah-daerah terdekat diyakini tidak merasakan guncangan yang berarti. Hal ini disebabkan oleh hiposentrum gempa yang sangat dalam, sehingga energi gelombang seismik yang merambat ke permukaan mengalami pelemahan signifikan. Gelombang yang mencapai permukaan tidak cukup kuat untuk menimbulkan guncangan yang dapat dirasakan oleh manusia. Gempa dalam semacam ini lazimnya tidak menimbulkan kerusakan sama sekali pada bangunan dan infrastruktur permukiman.
Walau guncangannya tidak dirasakan, BMKG tetap menekankan bahwa hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Media kami terus memantau perkembangan informasi dan potensi gempa susulan melalui saluran resmi pihak berwenang.
Comments (0)