Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Batal Serang Iran

Jakarta - Pasar energi global mengalami guncangan signifikan setelah harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 2% pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Tekanan jual yang masif terjadi menyusu

Jul 08, 2026 - 00:54
0 0
Harga Minyak Dunia Jatuh Usai Trump Batal Serang Iran

Jakarta - Pasar energi global mengalami guncangan signifikan setelah harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 2% pada penutupan perdagangan akhir pekan ini. Tekanan jual yang masif terjadi menyusul konfirmasi bahwa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran, meredakan kekhawatiran akan gangguan pasokan di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan pantauan media kami pada Jumat (12/6), kontrak minyak mentah Brent untuk pengiriman mendatang ditutup melemah 2,3% ke level US$ 88,27 per barel. Pelemahan serupa juga dialami oleh minyak mentah berjangka AS, West Texas Intermediate (WTI), yang terkoreksi 2,2% menjadi US$ 85,81 per barel. Penurunan tajam ini merupakan kelanjutan dari sesi perdagangan sebelumnya di mana sentimen geopolitik menjadi penggerak utama arah harga.

Pembatalan Serangan Meredakan Premi Risiko Geopolitik

Aksi jual besar-besaran ini dipicu oleh laporan yang menyebutkan bahwa Presiden Trump mengurungkan niatnya untuk melancarkan operasi militer ke wilayah Iran. Langkah tersebut secara drastis menurunkan premi risiko geopolitik yang selama ini menjadi bantalan harga minyak. Sebelum pembatalan ini, pasar dihantui oleh kemungkinan terganggunya jalur pelayaran vital di Selat Hormuz yang menjadi pintu distribusi utama minyak global.

"Meski ini bisa jadi harapan palsu lainnya, reaksi pasar sangat cepat dan tegas," ujar seorang analis pasar senior yang dikutip dari laporan yang beredar di lantai bursa. Pernyataan ini menegaskan betapa rentannya harga komoditas energi terhadap narasi politik global, khususnya yang melibatkan aktor-aktor utama seperti AS dan Iran.

Sentimen Pasar Beralih ke Fundamental

Dengan meredupnya kekhawatiran perang, fokus pelaku pasar kini kembali bergeser ke fundamental permintaan dan penawaran. Para investor mulai mencermati data-data persediaan minyak mentah AS serta proyeksi pertumbuhan ekonomi global yang masih dibayangi ketidakpastian. Koreksi harga ini sekaligus menghapus hampir seluruh kenaikan yang terjadi selama beberapa hari terakhir akibat retorika konfrontatif antara Washington dan Teheran.

Volatilitas harga minyak diperkirakan masih akan berlanjut dalam jangka pendek, mengingat ketegangan diplomatik antara kedua negara belum sepenuhnya padam. Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau perkembangan komunikasi resmi dari Gedung Putih serta manuver diplomasi di kawasan Timur Tengah. Ketidakpastian kebijakan luar negeri AS di bawah kepemimpinan Trump yang tidak konvensional menjadi faktor risiko yang sulit diprediksi namun memiliki dampak finansial sangat besar bagi pasar komoditas global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
yudi-kurniawan

Editor Politik. Editor dinamika politik dan kekuasaan.

Comments (0)

User