Obligasi Danantara Laku Keras, Rosan: Bukti Kepercayaan Investor ke RI

JAKARTA – Pasar keuangan global kembali memberikan sinyal positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berhasil mencatatkan pen

Jul 08, 2026 - 00:51
0 0
Obligasi Danantara Laku Keras, Rosan: Bukti Kepercayaan Investor ke RI

JAKARTA – Pasar keuangan global kembali memberikan sinyal positif terhadap fundamental ekonomi Indonesia. Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) berhasil mencatatkan pencapaian signifikan dalam penerbitan obligasi global perdananya. Surat utang senilai US$ 1,5 miliar atau setara dengan sekitar Rp 26,55 triliun (mengacu pada asumsi kurs Rp 17.704 per dolar AS) ini disambut antusias oleh para investor, menandakan tingginya tingkat kepercayaan terhadap prospek investasi di tanah air.

Chief Executive Officer (CEO) Danantara, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa animo pasar yang luar biasa ini merupakan cerminan dari keyakinan investor terhadap keberlanjutan ekonomi Indonesia di tengah dinamika keuangan global. Menurut laporan yang diterima media kami, obligasi tersebut dibagi ke dalam dua instrumen tenor, yakni tenor lima tahun yang menawarkan imbal hasil (yield) sebesar 5,35% dan tenor sepuluh tahun dengan yield 5,95%.

Keberhasilan yang Disorot Media Asing

Kesuksesan langkah strategis Danantara ini tidak hanya menjadi perbincangan di dalam negeri, namun juga menuai sorotan dari media keuangan internasional. Rosan Roeslani secara khusus merujuk pada laporan Bloomberg yang menggarisbawahi kemenangan strategis ini. Dalam laporannya, media asing tersebut memberikan judul “Danantara Sells Dollar Bond, a Win for Prabowo After Rout”, yang menunjukkan bahwa aksi korporasi ini dipandang sebagai langkah krusial yang mampu membalikkan persepsi pasar terhadap Indonesia pasca berbagai tekanan global.

Kelebihan Permintaan Hingga 3 Kali Lipat

Tingginya minat investor terbukti dari angka pemesanan yang jauh melampaui target emisi. Rosan Roeslani mengungkapkan bahwa obligasi global Danantara mengalami oversubscribe atau kelebihan permintaan hingga 3,0 kali. Pada puncak proses book building, total pemesanan yang masuk menembus angka fantastis, yakni US$ 4,6 miliar atau setara dengan lebih dari Rp 81,40 triliun. Angka ini menjadi bukti solid bahwa likuiditas dari investor asing untuk portofolio Indonesia masih sangat dalam.

Menegaskan Kredibilitas Danantara

“Ini adalah bukti nyata bahwa kepercayaan investor asing terhadap Indonesia masih sangat tinggi,” tegas Rosan dalam pernyataannya. Capaian ini sekaligus menjadi tonggak penting bagi Danantara sebagai superholding investasi baru dalam menghimpun pendanaan di pasar internasional. Dengan perolehan dana segar ini, Danantara diharapkan dapat semakin agresif dalam menjalankan mandatnya untuk mengonsolidasikan aset-aset strategis serta mendorong hilirisasi dan pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User