[Kontributor Beritadua.com] - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengecam keras tindakan rasis yang dilontarkan oleh Senator Paraguay, Celeste Amarilla, terhadap megabintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe. Melalui kantor hak asasi manusianya, PBB menyebut komentar yang merendahkan martabat tersebut sebagai tindakan yang tercela dan memalukan, khususnya karena diucapkan oleh seorang pejabat publik di tengah hajat besar sepak bola dunia.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR), Thameen Al-Kheetan. Dalam keterangannya y

Jul 08, 2026 - 01:23
0 0
[Kontributor Beritadua.com]  - Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi mengecam keras tindakan rasis yang dilontarkan oleh Senator Paraguay, Celeste Amarilla, terhadap megabintang sepak bola Prancis, Kylian Mbappe. Melalui kantor hak asasi manusianya, PBB menyebut komentar yang merendahkan martabat tersebut sebagai tindakan yang tercela dan memalukan, khususnya karena diucapkan oleh seorang pejabat publik di tengah hajat besar sepak bola dunia.

Pernyataan tegas ini disampaikan langsung oleh Juru Bicara Kantor Komisaris Tinggi Hak Asasi Manusia PBB (OHCHR), Thameen Al-Kheetan. Dalam keterangannya yang dikutip pada Selasa (7/7/2026), Al-Kheetan menekankan bahwa serangan verbal bernada rasis terhadap pemain keturunan Kamerun dan Aljazair itu merupakan noda hitam yang mencoreng semangat sportivitas Piala Dunia 2026.

Kecaman Keras dari Markas PBB

Thameen Al-Kheetan tidak menahan kata-katanya dalam mengutuk insiden tersebut. Ia menyoroti bahwa apa yang dilakukan oleh Celeste Amarilla bukan sekadar kesalahan etika ringan, melainkan sebuah pelanggaran serius terhadap nilai-nilai dasar kemanusiaan.

"Komentar rasis dan merendahkan martabat manusia terhadap pemain sepak bola Prancis Kylian Mbappe oleh senator Paraguay Celeste Amarilla adalah tindakan tercela dan, sayangnya, bukan insiden tunggal,"
tegas Al-Kheetan dalam pernyataan resmi yang diterima redaksi.

PBB menyoroti adanya pola yang mengkhawatirkan di mana retorika kebencian masih menemukan ruang, bahkan di panggung internasional sekelas Piala Dunia. Pernyataan tersebut secara implisit mengkritik bagaimana sebagian tokoh masyarakat justru menjadi bagian dari masalah, bukan solusi, dalam perang melawan diskriminasi rasial.

Pola Berulang dan Seruan Pertanggungjawaban

Dalam briefing-nya, Al-Kheetan menyinggung bahwa serangan rasis kepada Mbappe hanyalah puncak gunung es. Ia mengingatkan bahwa selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026, berbagai bentuk diskriminasi berbasis warna kulit dan asal-usul masih terus terjadi, baik di tribun penonton maupun di platform daring.

"Ini bukan masalah rasial pertama yang terjadi selama penyelenggaraan Piala Dunia 2026," ujar Al-Kheetan menyoroti urgensi situasi tersebut. Ia menambahkan bahwa ekspektasi publik terhadap para pemimpin dan tokoh masyarakat seharusnya jauh lebih tinggi. PBB mendesak agar para pejabat tidak hanya diam, melainkan harus berdiri di garis terdepan dalam memberikan kecaman keras terhadap isu rasisme, bukan malah menjadi pelaku.

Kontroversi yang melibatkan Amarilla ini memicu gelombang reaksi global. Banyak pihak menilai bahwa komentar diskriminatif dari seorang anggota parlemen adalah bentuk pengkhianatan terhadap prinsip-prinsip kesetaraan yang dijunjung tinggi dalam piagam PBB. Kantor HAM PBB menegaskan kembali bahwa penghinaan berbasis ras adalah pelanggaran hak asasi manusia yang tidak bisa ditoleransi dalam bentuk apa pun.

Hingga berita ini diturunkan, publik dan komunitas sepak bola internasional masih menantikan langkah konkret dari otoritas Paraguay untuk menindaklanjuti ulah senator mereka tersebut, seiring dengan terus bergulirnya pertandingan-pertandingan krusial di putaran final Piala Dunia 2026.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User