Sempat Gagal Penalti dan Tertinggal Dua Gol, Messi Bangkit Bawa Argentina Taklukkan Mesir 3-2
Laporan Redaksi Beritadua.com, Jakarta — Sebuah laga yang penuh emosi dan kejutan tersaji di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Juara bertahan Argentina nyar
Laporan Redaksi Beritadua.com, Jakarta — Sebuah laga yang penuh emosi dan kejutan tersaji di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Juara bertahan Argentina nyaris tersingkir secara memalukan setelah tertinggal dua gol dari Mesir, namun sebuah kebangkitan dramatis yang dipimpin Lionel Messi memastikan langkah mereka ke perempat final dengan kemenangan 3-2 di Stadion Mercedes-Benz, Atlanta, Amerika Serikat, Minggu (5/7) dini hari WIB.
Pertandingan ini seolah menjadi cermin sempurna dari perjalanan karier Messi: penuh rintangan, namun berakhir dengan keajaiban. Pada menit ke-23, Argentina mendapat hadiah penalti setelah Julian Alvarez dilanggar di kotak terlarang. Seluruh stadion menahan napas saat Messi maju sebagai eksekutor. Namun, tendangan mendatarnya ke pojok kiri bawah berhasil dibaca dengan brilian oleh kiper Mesir, Mohamed El Shenawy. Bola tepisannya membentur tiang dan meluncur keluar. Ekspresi terkejut dan kecewa langsung menyelimuti wajah sang kapten.
Kegagalan itu seakan memukul mental Argentina. Mesir yang tampil disiplin dan penuh determinasi justru semakin percaya diri. Pada menit ke-34, sebuah serangan balik cepat yang dibangun dari lini pertahanan sendiri berhasil dikonversi menjadi gol oleh Mohamed Salah. Menerima umpan terobosan dari Trezeguet, Salah dengan dingin mengecoh satu bek sebelum melepaskan tembakan mendatar yang tak mampu dijangkau Emiliano Martinez. Skor 1-0 untuk Mesir.
Belum cukup satu, petaka kembali menghampiri Argentina tepat sebelum babak pertama usai. Menit ke-45, sebuah kesalahan fatal dari bek Cristian Romero yang salah mengantisipasi bola crossing menyebabkan bola jatuh di kaki Omar Marmoush. Tanpa ampun, penyerang Eintracht Frankfurt itu melesakkan gol ke sudut atas gawang Martinez. Kedudukan 2-0 untuk Mesir bertahan hingga turun minum. Sorakan pendukung Argentina berubah menjadi decakan kecewa.
Memasuki babak kedua, pelatih Lionel Scaloni melakukan penyesuaian taktik yang krusial. Ia memasukkan Alejandro Garnacho dan Exequiel Palacios untuk menambah daya gedor dan kreativitas di lini tengah. Perubahan ini perlahan mulai membuahkan hasil.
Momen kebangkitan Argentina tiba pada menit ke-58. Berawal dari umpan silang terukur Messi dari sisi kanan, bola meluncur deras ke kotak penalti. Julian Alvarez yang berdiri bebas berhasil menyambut bola dengan sontekan kaki kiri yang mengubah skor menjadi 1-2. Gol ini sontak membakar semangat para pemain Argentina dan mengguncang konsentrasi pemain Mesir.
Hanya berselang sepuluh menit, tepatnya pada menit ke-68, Messi akhirnya menebus kegagalan penaltinya. Menerima bola hasil sodoran Enzo Fernandez di depan kotak penalti, La Pulga melakukan aksi khasnya: mengecoh dua bek sebelum melepaskan tendangan melengkung indah ke pojok kiri atas gawang. El Shenawy hanya bisa terpaku melihat bola bersarang. Skor menjadi imbang 2-2 dan Stadion Mercedes-Benz bergemuruh.
"Saya tahu saya harus menebus kesalahan. Kegagalan penalti itu adalah beban, tapi saya percaya pada tim ini. Kami tidak akan pulang malam ini," ujar Messi singkat seusai pertandingan.
Argentina yang sudah dalam momentum tak terbendung terus menggempur pertahanan Mesir. Puncaknya terjadi pada menit ke-83. Sebuah skema sepak pojok yang dieksekusi pendek oleh Messi kepada Rodrigo De Paul berujung pada crossing terarah ke tiang jauh. Di sana, bek tangguh Lisandro Martinez melompat lebih tinggi dari semua pemain dan menanduk bola keras ke dalam gawang. Gol! Argentina berbalik unggul 3-2.
Di sisa waktu yang ada, Mesir berusaha mati-matian menyamakan kedudukan. Mohamed Salah hampir saja mencetak gol keduanya pada menit ke-90+1 lewat tendangan bebas yang hanya membentur mistar gawang. Namun, keberuntungan berpihak pada Argentina hingga peluit panjang berbunyi.
Kemenangan dramatis ini memastikan Argentina melaju ke perempat final untuk menghadapi pemenang antara Brasil dan Kroasia. Sementara itu, Mesir harus rela mengakhiri perjalanan impresif mereka di Piala Dunia 2026. Laga ini sekali lagi membuktikan bahwa dalam sepak bola, segalanya mungkin terjadi, terutama jika anda memiliki pemimpin sekaliber Lionel Messi di lapangan.
Comments (0)