Harga Emas Turun Rp 61.000/Gram dalam Sepekan, Buyback Lebih Anjlok
Jakarta - Pasar logam mulia domestik mengalami koreksi yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan media kami terhadap pergerakan harga emas batangan, terpantau pelemahan yang
Jakarta - Pasar logam mulia domestik mengalami koreksi yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan media kami terhadap pergerakan harga emas batangan, terpantau pelemahan yang membawa harga jual kembali ke bawah level psikologis tertentu setelah sebelumnya sempat melonjak di awal pekan.
Mengacu pada data perdagangan yang dirilis, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) membuka awal pekan pada Senin (15/6/2026) di posisi Rp 2.729.000 per gram. Namun, pada penutupan perdagangan akhir pekan di Sabtu (20/6/2026), logam mulia tersebut harus puas bertengger di level Rp 2.668.000 per gram. Dengan demikian, secara total harga emas mengalami penyusutan sebesar Rp 61.000 per gram, atau setara dengan pelemahan 2,23% dalam kurun waktu kurang dari tujuh hari.
Perjalanan Harga yang Bergejolak
Pergerakan harga emas sepanjang pekan ini sejatinya menunjukkan volatilitas yang tinggi. Sempat terjadi reli positif yang cukup menjanjikan pada tiga hari perdagangan pertama. Dari posisi pembukaan Rp 2.729.000 pada Senin lalu, grafik terus merangkak naik secara konsisten. Puncaknya terjadi pada hari Rabu (17/6/2026), di mana harga emas Antam berhasil menyentuh level tertinggi mingguan di angka Rp 2.733.000 per gram.
Sayangnya, momentum bullish tersebut gagal bertahan hingga akhir pekan. Setelah mencapai puncak pada Rabu, tekanan jual mulai mendominasi pasar. Harga emas kemudian berbalik arah dan terus merosot tajam hingga menutup buku pada hari Sabtu. Akselerasi penurunan pada dua hari terakhir perdagangan menjadi faktor utama yang menggerus sebagian besar keuntungan yang telah diraih di awal sesi.
"Tekanan terhadap harga emas terjadi seiring dengan penguatan nilai tukar dolar dan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga global," demikian tulis laporan analis yang dikutip media kami pada Minggu (21/6/2026).
Dampak Terhadap Harga Buyback
Yang lebih memprihatinkan bagi para investor ritel adalah anjloknya harga buyback atau harga beli kembali. Ketika harga jual emas turun sebesar Rp 61.000 per gram, harga buyback justru mengalami penyusutan yang lebih dalam. Selisih antara harga jual dan harga buyback yang semakin melebar ini tentu menjadi kerugian ganda bagi para pemegang emas batangan yang berniat menjual kembali asetnya. Kondisi ini menjadi pengingat bahwa investasi emas batangan membutuhkan strategi jangka panjang mengingat adanya spread atau selisih harga yang signifikan antara jual dan beli kembali.
Comments (0)