Kapolri Tinjau Pabrik Pupuk Batu Bara di Riau, Lepas Distribusi 80 Ton untuk Poktan
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kampar, Riau, untuk meninjau langsung operasional pabrik pupuk berbahan baku batu bara milik PT Bursa Tani Futura Andyta.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Kampar, Riau, untuk meninjau langsung operasional pabrik pupuk berbahan baku batu bara milik PT Bursa Tani Futura Andyta. Kunjungan ini menjadi penanda penting atas komitmen institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam mendukung penuh program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri turut melepas secara simbolis distribusi sebanyak 80 ton pupuk batu bara yang akan disalurkan kepada kelompok tani di wilayah Riau dan sekitarnya.
Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir didampingi oleh sejumlah pejabat utama Mabes Polri, antara lain Dankor Brimob Polri Komjen Ramdani Hidayat, Kepala Badan Intelijen Keamanan Polri Komjen Yuda Gustawan, serta Asisten Logistik Polri Komjen Suwondo Nainggolan. Turut mendampingi dalam peninjauan tersebut Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan beserta jajaran. Kehadiran para petinggi Polri ini menunjukkan keseriusan institusi dalam mengawal dan mendorong pengembangan industri strategis berbasis sumber daya domestik yang berdampak langsung pada kesejahteraan petani.
Pabrik pupuk milik PT Bursa Tani Futura Andyta mengadopsi teknologi inovatif dengan memanfaatkan batu bara berkalori rendah sebagai bahan baku utama. Selama ini, batu bara jenis kalori rendah sering kali dianggap kurang bernilai ekonomis. Namun melalui proses dan teknologi yang dikembangkan, material tersebut berhasil diolah menjadi produk pupuk yang memiliki manfaat signifikan bagi sektor pertanian. Inovasi ini memberikan nilai tambah luar biasa bagi komoditas batu bara nasional sekaligus membuka jalan bagi kemandirian industri pupuk dalam negeri.
Pemanfaatan batu bara berkalori rendah sebagai bahan baku pupuk tidak hanya memberikan nilai tambah bagi komoditas nasional, tetapi juga menghadirkan solusi bagi sektor pertanian melalui produk yang mampu memperbaiki kualitas tanah dan meningkatkan produktivitas tanaman.
Produk pupuk berbasis batu bara ini diklaim mampu memperbaiki struktur dan kualitas tanah secara bertahap, meningkatkan kapasitas tanah dalam menyimpan air dan unsur hara, serta mendorong pertumbuhan tanaman yang lebih optimal. Bagi para petani, khususnya yang tergabung dalam kelompok tani di Provinsi Riau, kehadiran pupuk alternatif ini menjadi angin segar di tengah tantangan ketersediaan dan harga pupuk yang kerap berfluktuasi. Distribusi 80 ton pupuk yang dilepas langsung oleh Kapolri diharapkan dapat segera dimanfaatkan untuk meningkatkan hasil panen pada musim tanam mendatang.
Peninjauan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata Polri terhadap pengembangan industri nasional yang mandiri dan berdaya saing. Dengan memanfaatkan kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Indonesia, industri pupuk batu bara diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan baku impor sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat lokal. Kapolri menekankan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, pelaku industri, dan masyarakat petani menjadi kunci utama dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kokoh dan berkelanjutan. Laporan ini disampaikan oleh tim Beritadua.com dari Kabupaten Kampar, Riau.
Comments (0)