Polda Sumsel Luncurkan Gerakan Tanam 10.000 Pohon Sambut Hari Bhayangkara
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memulai sebuah inisiatif hijau berskala besar dengan meluncurkan Gerakan Penanaman 10.000 Pohon secara serentak di seluruh jajaran wilayah hukumnya. Aksi nyata ini
Kepolisian Daerah Sumatera Selatan memulai sebuah inisiatif hijau berskala besar dengan meluncurkan Gerakan Penanaman 10.000 Pohon secara serentak di seluruh jajaran wilayah hukumnya. Aksi nyata ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang jatuh pada tahun 2026, sekaligus menegaskan komitmen institusi kepolisian terhadap isu lingkungan dan keberlanjutan.
Acara puncak peluncuran digelar di Stadion Wirabhakti, Kompleks Paakri Palembang, pada Minggu, 28 Juni 2026. Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Sandi Nugroho, memimpin langsung prosesi simbolis tersebut. Di hadapan jajaran Pejabat Utama Polda Sumsel, anggota Bhayangkari Daerah Sumatera Selatan, ratusan personel kepolisian, serta keluarga besar Polri, Irjen Sandi menekankan bahwa gerakan menanam pohon bukan sekadar seremonial tahunan, melainkan langkah strategis untuk memulihkan kualitas lingkungan dan mencegah degradasi alam di Sumatera Selatan.
Peluncuran program penghijauan ini sengaja dikemas bersamaan dengan kegiatan olahraga bersama. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun semangat kolektif sekaligus mempererat hubungan internal antara seluruh elemen di lingkungan Polda Sumsel. Suasana pagi di stadion berubah menjadi perpaduan antara kebugaran dan kepedulian ekologis, di mana sepatu olahraga bertemu dengan bibit-bibit pohon yang telah disiapkan.
Gerakan ini adalah wujud nyata bahwa Polri tidak hanya bertugas menjaga keamanan, tetapi juga turut bertanggung jawab menjaga kelestarian alam. Kami ingin menjadikan momen Hari Bhayangkara ke-80 ini sebagai tonggak untuk membangun budaya cinta lingkungan di kalangan personel dan masyarakat. Sebanyak 10.000 pohon yang ditanam hari ini akan menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Pernyataan itu mencerminkan visi yang lebih luas dari program tersebut. Pohon-pohon yang ditanam di berbagai titik—dari lingkungan markas komando hingga area publik—diharapkan dapat berkontribusi pada upaya penyerapan karbon, mencegah erosi, dan memperbaiki tata air di wilayah yang selama ini rentan terhadap perubahan iklim. Irjen Sandi juga mengajak jajaran Polres di seluruh Sumsel untuk tidak hanya menanam, tetapi juga merawat setiap pohon hingga tumbuh sempurna.
Rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sendiri tahun ini mengusung tema besar pelayanan prima dan pengabdian bagi negeri. Dengan melibatkan istri-istri personel melalui Bhayangkari dan anak-anak keluarga Polri, kegiatan ini turut menanamkan nilai-nilai ekologis sejak dini. Beberapa peserta muda terlihat antusias menggali tanah dan menyiramkan air ke tanaman kecil yang kelak akan tumbuh menjadi pohon pelindung.
Melalui gerakan ini, Polda Sumsel berharap dapat menginspirasi institusi pemerintah lain, swasta, dan lapisan masyarakat untuk mengadopsi praktik serupa. Data mencatat Sumatera Selatan sebagai salah satu provinsi dengan laju deforestasi yang memprihatinkan dalam satu dekade terakhir, sehingga inisiatif penanaman masih sangat relevan untuk terus diintensifkan.
Pada akhirnya, sepuluh ribu pohon bukan hanya angka statistik. Setiap bibit yang ditancapkan di tanah menjadi simbol harapan baru bagi lingkungan Sumatera Selatan. Dengan keterlibatan total seluruh jajaran, Polda Sumsel membuktikan bahwa institusi penegak hukum juga mampu mengambil peran penting dalam menjaga keseimbangan alam. Informasi selengkapnya mengenai perkembangan gerakan ini akan terus disampaikan melalui laporan Beritadua.com.
Comments (0)