Belasan Anak Panti Asuhan di Magelang Diare, Diduga Keracunan Nasi Goreng
Sebanyak 13 anak penghuni panti asuhan yatim piatu dan dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, dilaporkan mengalami diare secara mendadak pada awal pekan ini. Ke
Sebanyak 13 anak penghuni panti asuhan yatim piatu dan dhuafa Daarul Hikmah Putri Cabang Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, dilaporkan mengalami diare secara mendadak pada awal pekan ini. Kejadian yang diduga kuat sebagai peristiwa keracunan makanan itu langsung mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Umum Aisyiyah Muntilan, Kabupaten Magelang.
Berdasarkan kronologi yang disampaikan pihak panti, insiden bermula pada Minggu (21/6/2026) ketika mereka menerima donasi nasi bungkus dari seorang warga. Nasi tersebut kemudian diolah kembali oleh para penghuni panti dengan cara digoreng pada malam harinya. Tidak ada tanda-tanda bahwa nasi tersebut sudah basi—aroma dan tampilannya masih normal. Namun, beberapa jam setelah menyantap nasi goreng itu, satu per satu anak mulai merasakan gejala diare. Ada yang mengalaminya pada dini hari, bahkan sebelum waktu Subuh di hari Senin.
Ketua panti asuhan, Yus Listiawan, membenarkan kronologi itu saat ditemui di RSU Aisyiyah Muntilan. Ia mengaku sempat memeriksa kondisi nasi sebelum diolah dan tidak mencurigai apa pun.
"Sama anak-anak digoreng malam hari. Itu digoreng, tidak ada aroma, tidak ada bau apa pun yang mengakibatkan itu basi atau seperti. Kemudian, mengalami diare, (ada) yang sebelum Subuh (Senin)," ujar Yus kepada awak media.
Pihak rumah sakit segera memberikan perawatan terhadap belasan anak yang mengalami gejala serupa. Tim medis masih memantau kondisi para korban dan memastikan tidak ada yang mengalami dehidrasi berat. Meski demikian, para pasien anak ini dilaporkan dalam keadaan sadar dan mendapatkan penanganan intensif di ruang perawatan. Sampai saat ini, pihak panti maupun rumah sakit belum memberikan keterangan resmi mengenai hasil pemeriksaan laboratorium terkait dugaan racun yang mungkin terkandung dalam makanan tersebut.
Peristiwa ini menyita perhatian warga sekitar dan aparat setempat. Dugaan keracunan massal yang melibatkan anak-anak panti asuhan menjadi perhatian serius, mengingat pendonasian makanan bukanlah kali pertama terjadi. Lazimnya, para donatur memberikan nasi bungkus sebagai bentuk kepedulian, dan insiden semacam ini jarang dilaporkan. Pihak panti mengatakan akan berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk menyelidiki penyebab pasti gangguan pencernaan yang tiba-tiba menyerang belasan anak itu.
Sementara itu, kepolisian dan petugas kesehatan mengimbau agar setiap bantuan makanan yang diberikan kepada lembaga sosial, terutama yang nantinya dikonsumsi oleh anak-anak, tetap diuji kelayakan sebelum dihidangkan. Kasus ini menjadi pembelajaran agar pengelola panti lebih berhati-hati dalam menerima dan mengolah donasi pangan. Informasi selengkapnya akan terus dihimpun dari laporan Beritadua.com.
Comments (0)