Megawati Kirim Ucapan Duka atas Wafatnya Ali Khamenei, Disiarkan Langsung Televisi Nasional Iran
Presiden kelima Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan belasungkawa mendalam atas meninggalnya mantan Pemimpin Tertinggi I
Presiden kelima Republik Indonesia yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, menyampaikan pesan belasungkawa mendalam atas meninggalnya mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Ungkapan duka tersebut tidak hanya dikirimkan secara diplomatik, tetapi juga mendapat perhatian luas setelah disiarkan oleh salah satu stasiun televisi utama di Iran di tengah rangkaian upacara pemakaman kenegaraan.
Dalam pernyataan tertulis yang direkam melalui video, Megawati menekankan bahwa kepergian Khamenei merupakan kehilangan yang mengguncang hati para pencinta keadilan di seluruh dunia. Ia menyebut Khamenei sebagai figur yang teguh mempertahankan kedaulatan bangsa dan kemanusiaan.
"Wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei bukan hanya kehilangan besar bagi bangsa Iran, tetapi juga telah mengguncang hati banyak orang yang mencintai keadilan, kedaulatan bangsa dan kemanusiaan di seluruh penjuru dunia," ucap Megawati dalam rekaman yang diterima media kami, Rabu (8/7/2026).
Video ucapan duka itu secara resmi diserahkan kepada Pemerintah Republik Islam Iran melalui Kedutaan Besar Iran di Jakarta. Pihak kedutaan kemudian meneruskan rekaman tersebut ke Teheran, dan dalam waktu singkat tayangan itu muncul di layar kaca televisi nasional Iran. Penayangan tersebut terjadi beriringan dengan upacara pemakaman Khamenei yang digelar dengan khidmat dan dihadiri jutaan warga serta delegasi dari berbagai negara.
Hubungan diplomatik Indonesia dan Iran di bawah kepemimpinan Megawati semasa menjabat presiden dikenal cukup erat, ditandai dengan kunjungan kenegaraan dan kerja sama di bidang energi serta kebudayaan. Pesan duka ini pun dipandang sebagai cerminan dari ikatan emosional yang masih terjaga antara Megawati dan bangsa Iran.
Upacara pemakaman sendiri berlangsung di tengah suasana berkabung nasional. Bendera setengah tiang dikibarkan, sementara ribuan pelayat memadati jalan-jalan utama untuk memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin spiritual yang telah berkuasa selama beberapa dekade tersebut. Media pemerintah Iran melaporkan bahwa pesan-pesan solidaritas dari pemimpin dunia, termasuk dari Indonesia, terus mengalir dan menjadi bagian dari narasi persatuan yang ditampilkan selama prosesi duka.
Sebagaimana dilaporkan oleh Beritadua.com, penayangan video Megawati di televisi Iran menjadi simbol pengakuan atas kedekatan hubungan kedua negara serta menunjukkan betapa luasnya jangkauan pengaruh ketokohan Megawati di panggung internasional, bahkan jauh setelah masa kepresidenannya.
Comments (0)