Ketua Parlemen Iran Kecam Pelanggaran MoU oleh AS, Sebut Era Bullying Telah Berakhir
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan tuduhan keras terhadap Amerika Serikat atas pelanggaran serius terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara. Pernyataan ini
Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, melontarkan tuduhan keras terhadap Amerika Serikat atas pelanggaran serius terhadap nota kesepahaman yang telah disepakati kedua negara. Pernyataan ini muncul menyusul serangkaian tindakan Washington yang dinilai mengingkari komitmen diplomatik yang telah terjalin.
Ghalibaf menegaskan bahwa serangan terbaru yang dilancarkan AS terhadap Teheran merupakan bukti nyata pengkhianatan terhadap kesepakatan bersama. Ia juga menyoroti sejumlah pelanggaran lain, termasuk pemberlakuan kembali sanksi minyak terhadap Iran, ancaman serangan susulan, serta pengabaian terhadap penyesuaian yang telah dilakukan Teheran di kawasan strategis Selat Hormuz. Tak hanya itu, ia turut mengkritik serangan Israel yang terus berlangsung terhadap Lebanon, sebagai bagian dari dinamika geopolitik yang merugikan stabilitas kawasan.
"Era bullying dan pemerasan telah berakhir," tegas Ghalibaf dalam pernyataannya yang diunggah melalui media sosial X, seperti dikutip laporan Reuters pada Rabu (8/7/2026).
Pernyataan tegas ini mencerminkan posisi Teheran yang semakin frontal dalam menanggapi tekanan eksternal. Ghalibaf tampaknya ingin mengirim sinyal bahwa Iran tidak akan lagi tunduk pada intimidasi internasional, terutama yang berasal dari Washington. Pelanggaran MoU yang dituduhkan ini semakin meruncingkan hubungan kedua negara yang memang telah lama diwarnai ketegangan.
Para analis menilai, langkah AS yang kembali memberlakukan sanksi minyak dan mengancam serangan lebih lanjut menunjukkan inkonsistensi kebijakan luar negeri mereka terhadap Iran. Sementara itu, manuver Teheran di Selat Hormuz yang dianggap sebagai penyesuaian atas kesepakatan justru diabaikan begitu saja oleh Washington, memicu kekecewaan mendalam di kalangan elite politik Iran.
Serangan Israel terhadap Lebanon yang turut disinggung Ghalibaf menambah kompleksitas situasi, menunjukkan bahwa ketegangan di Timur Tengah saling terkait dan melibatkan banyak aktor. Iran memandang tindakan Israel sebagai bagian dari ancaman yang sama terhadap poros perlawanan di kawasan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak Amerika Serikat atas tuduhan yang dilontarkan oleh Ketua Parlemen Iran tersebut. Perkembangan lebih lanjut akan terus dipantau oleh tim redaksi media kami.
Baca terus informasi terbaru seputar geopolitik internasional hanya di Beritadua.com.
Comments (0)