Gunung Semeru Kembali Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.200 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada Selasa pagi (23/6/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jaw

Jul 06, 2026 - 14:06
0 0
Gunung Semeru Kembali Erupsi Dua Kali Pagi Ini, Kolom Abu Capai 1.200 Meter

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan signifikan pada Selasa pagi (23/6/2026). Gunung tertinggi di Pulau Jawa yang terletak di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, ini tercatat mengalami dua kali erupsi dalam rentang waktu yang berdekatan, menandakan dinamika magma yang masih aktif di dalam perut bumi.

Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami dari Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi pertama terjadi pada pukul 05.30 WIB. Letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang mengarah ke barat daya. Tinggi kolom abu teramati mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak kawah Jonggring Saloka, atau setara dengan 4.876 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, dalam laporan resminya, menyatakan bahwa erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum mencapai 23 mm dan durasi sekitar 127 detik. Masyarakat di sekitar lereng gunung diimbau untuk tetap waspada dan tidak melakukan aktivitas dalam radius berbahaya yang telah ditetapkan.

Kronologi dan Dampak Erupsi

Erupsi kedua dilaporkan terjadi tidak lama setelah letusan pertama, menunjukkan pola aktivitas yang cenderung meningkat dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Kolom abu dari erupsi kedua masih dalam pantauan petugas, namun diperkirakan memiliki ketinggian yang tidak jauh berbeda dengan letusan awal. Arah sebaran abu dominan bergerak ke sektor barat daya, yang berpotensi membawa dampak bagi permukiman di wilayah Candipuro dan Pronojiwo.

Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih berada pada Level II atau Waspada. Masyarakat, pengunjung, dan wisatawan diimbau untuk tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah, serta sektoral 8 kilometer di sepanjang bukaan kawah di sektor selatan-tenggara, yang merupakan jalur luncuran awan panas dan lava pijar.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Selasa, 23 Juni 2026, pukul 05:30 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 m di atas puncak (± 4.876 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat daya," demikian keterangan resmi dari pos pengamatan.

Selain potensi hujan abu, masyarakat juga diingatkan untuk mewaspadai potensi lahar dingin, mengingat saat ini masih berada dalam musim kemarau namun hujan dengan intensitas tinggi masih mungkin terjadi secara sporadis di wilayah puncak. Material vulkanik hasil erupsi yang menumpuk di lereng dapat terbawa aliran air hujan dan menimbulkan banjir lahar di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Semeru, seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, dan Besuk Kembar.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terus melakukan pemantauan intensif selama 24 jam melalui pos-pos pengamatan yang tersebar di sekitar gunung. Data seismik, visual, dan deformasi dianalisis secara berkala untuk mendeteksi perubahan signifikan yang dapat meningkatkan status gunung ke level yang lebih tinggi. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, dan selalu mengikuti arahan dari pemerintah daerah serta instansi berwenang terkait penanganan bencana.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User