Kisah Pilu Wanita Disekap Pacar 3 Tahun: Menangis di Depan Dokter, Sempat Bilang Jatuh

Seorang perempuan muda berinisial YTR (29) akhirnya terbebas dari jerat kekerasan setelah disekap dan dianiaya oleh kekasihnya sendiri, TH, selama tiga tahun penuh. Peristiwa memilukan ini terjadi di

Jul 06, 2026 - 14:12
0 0
Kisah Pilu Wanita Disekap Pacar 3 Tahun: Menangis di Depan Dokter, Sempat Bilang Jatuh

Seorang perempuan muda berinisial YTR (29) akhirnya terbebas dari jerat kekerasan setelah disekap dan dianiaya oleh kekasihnya sendiri, TH, selama tiga tahun penuh. Peristiwa memilukan ini terjadi di sebuah kamar kos di kawasan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Korban baru berhasil diselamatkan setelah keluarga yang curiga dengan kondisinya membawa YTR ke fasilitas kesehatan untuk diperiksa.

Pengakuan Terbata di Ruang Periksa

Saat tenaga medis memeriksa luka-luka yang memenuhi wajah dan kepala YTR, tangisnya pecah. Awalnya, korban mencoba menutupi kenyataan pahit dengan mengatakan bahwa luka tersebut akibat terjatuh di kamar mandi. Namun, ketika dokter dan keluarga terus mendekatinya dengan penuh kehati-hatian, kebenaran perlahan terungkap.

"Pas ditanya dokter lukanya kenapa, dia malah nangis dan bilang kalau dia jatuh dari kamar mandi. Lalu kelamaan dia bilang, kalau dia disiksa," ungkap Melanie Silviani, kakak korban, kepada media kami.

Pernyataan itu sontak mengguncang keluarga. YTR yang selama ini terisolasi dari dunia luar akhirnya mengakui bahwa luka di sekujur tubuhnya adalah hasil penyiksaan sistematis yang dilakukan oleh TH. Pelaku diduga melakukan penganiayaan berulang sambil mengunci korban di dalam kamar kos, sehingga ia tak bisa melarikan diri atau meminta pertolongan.

Kondisi Korban dan Respons Kepolisian

Setelah pengakuan tersebut, keluarga langsung melaporkan TH ke Polresta Bandung. Petugas segera bergerak mengamankan pelaku di tempat kejadian perkara. Dari hasil pemeriksaan awal, selain jerat penganiayaan, penyidik juga menjerat pelaku dengan dugaan perampasan kemerdekaan karena telah menahan korban di dalam kamar kos selama tiga tahun tanpa izin.

Secara medis, YTR mengalami luka fisik yang cukup serius di bagian kepala dan wajah, serta membutuhkan perawatan intensif. Tim psikolog juga diterjunkan untuk mendampingi korban yang mengalami trauma berat akibat isolasi dan kekerasan berkepanjangan. Pihak keluarga menyebut kondisi psikis YTR sangat rapuh dan memerlukan waktu pemulihan yang tidak sebentar.

Lingkungan Tak Menyadari

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kasus ini adalah minimnya kepekaan lingkungan sekitar. Meski tinggal di kawasan kos yang cukup padat, tidak ada tetangga yang menaruh curiga karena korban nyaris tidak pernah terlihat keluar kamar. Pelaku mengontrol penuh kehidupan YTR, termasuk melarangnya berkomunikasi dengan keluarga maupun teman.

Keluarga mengaku sebelumnya sudah beberapa kali mencoba menghubungi, namun selalu dihalangi oleh pelaku dengan berbagai alasan. Kecurigaan memuncak ketika kondisi fisik YTR yang sempat terlihat sekilas tampak sangat memprihatinkan. Saat itulah keluarga memutuskan untuk membawa korban ke dokter, yang kemudian menjadi pintu pembuka tabir kelam tersebut.

Pihak kepolisian masih mendalami motif pelaku, namun dugaan sementara mengarah pada rasa cemburu dan keinginan untuk mendominasi korban. Hingga laporan ini disusun, TH masih menjalani pemeriksaan intensif. Pihak keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapat hukuman setimpal. Tim Beritadua.com akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
lukman-hakim

Editor Analisis. Editor analisis mendalam isu publik.

Comments (0)

User