Bunga Allo Paylater Tetap Meski BI Rate Naik
Jakarta - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menegaskan produk pinjaman digital andalannya, Allo Paylater, tidak akan mengalami kenaikan suku bunga kendati Bank Indonesia kembali mengerek suku bunga a
Jakarta - PT Allo Bank Indonesia Tbk (BBHI) menegaskan produk pinjaman digital andalannya, Allo Paylater, tidak akan mengalami kenaikan suku bunga kendati Bank Indonesia kembali mengerek suku bunga acuan (BI-Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75% pada Juni 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan efisiensi biaya operasional dan profil risiko nasabah yang terkelola baik.
Bunga Paylater Tidak Otomatis Ikut Naik
Komisaris Utama Independen Allo Bank, Aviliani, mengungkapkan kenaikan BI-Rate tidak serta-merta mendorong perbankan langsung menaikkan bunga kredit produk Paylater. Menurutnya, tingkat bunga pinjaman Allo Paylater telah disesuaikan dengan profil risiko masing-masing nasabah dan efisiensi biaya dana yang dimiliki perseroan.
"Dengan naiknya BI-Rate, tidak otomatis kita menaikkan. Tapi tetap melihat cost yang kita keluarkan. Jadi kita kalau ada lihat sebenarnya kita cost-nya luar biasa sangat efektif, BOPO-nya kita kan cukup rendah," ujar Aviliani saat ditemui usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahunan Allo Bank di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Kamis (25/6/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa meskipun suku bunga acuan naik, Allo Bank tetap mengedepankan efisiensi operasional yang tercermin dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) yang rendah. Dengan struktur biaya yang ramping, bank mampu mempertahankan daya saing bunga Paylater tanpa membebani nasabah.
Berdasarkan laporan Beritadua.com, kenaikan BI-Rate kali ini merupakan respons terhadap tekanan inflasi global dan domestik. Namun, Allo Bank melihat ruang untuk menjaga pertumbuhan kredit digital tanpa harus membebani pengguna Paylater dengan biaya lebih tinggi. "Kita tetap lihat dari sisi cost and benefit, karena nasabah kami sudah terklasifikasi dengan baik," tambah Aviliani.
Produk Allo Paylater sendiri merupakan salah satu motor pertumbuhan bisnis digital BBHI yang menyasar segmen konsumtif dengan limit dan bunga yang disesuaikan berdasarkan skor kredit pengguna. Dengan tidak adanya kenaikan bunga, Allo Bank diharapkan dapat mempertahankan minat pengguna di tengah ketatnya persaingan layanan buy now pay later di Indonesia. RUPS tahunan yang digelar di Menara Bank Mega juga membahas kinerja 2025 dan strategi bisnis 2026, termasuk pengembangan layanan digital yang inklusif.
Comments (0)