Warga Jaktim Ini Rela Ngemper Ikut Ramaikan HUT DKI Ke-499 di Bundaran HI

Jakarta - Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta yang ke-499 berlangsung meriah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Sabtu malam (27/6/2026). Semangat warga untuk merayakan hari

Jul 06, 2026 - 13:36
0 0
Warga Jaktim Ini Rela Ngemper Ikut Ramaikan HUT DKI Ke-499 di Bundaran HI

Jakarta - Puncak perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) DKI Jakarta yang ke-499 berlangsung meriah di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pada Sabtu malam (27/6/2026). Semangat warga untuk merayakan hari jadi ibu kota begitu membuncah, hingga tak sedikit yang memilih menggelar alas duduk seadanya di pinggir jalan untuk menikmati kemeriahan acara. Pemandangan warga yang "ngemper" ini memperlihatkan antusiasme yang melampaui keterbatasan tempat dan fasilitas.

Salah satu warga yang rela duduk di tepi jalan adalah Diyah, perempuan asal Duren Sawit, Jakarta Timur. Ia datang bersama beberapa temannya dan memilih posisi agak menjauh dari kerumunan utama panggung hiburan. Menariknya, Diyah tak menggunakan tikar biasa. Ia justru menggelar lembaran bahan kantong semen yang dibelinya secara dadakan seharga Rp5.000 dari pedagang asongan yang berkeliling di sekitar lokasi. "Daripada berdiri terus, mending beli alas seadanya. Lumayan bisa duduk, walaupun alasnya dari karung semen," ujarnya sambil tersenyum.

Hindari Kepadatan, Pilih Nikmati dari Pinggir Jalan

Keputusan Diyah untuk ngemper bukan tanpa alasan. Ia mengaku sempat mencoba masuk ke area yang lebih dekat dengan panggung, tetapi kerumunan yang sangat padat membuatnya khawatir akan keselamatan dan kenyamanan. Dalam sebuah perbincangan singkat dengan tim media kami, Diyah menceritakan momen ketika ia memutuskan untuk menepi.

"Tadi kan aku mau ke situ, terus agak ramai, jadi takut, mendingan minggir aja. Lagian dari sini juga masih kelihatan panggungnya, suaranya juga masih kedengaran. Jadi sama aja nikmatinnya," jelas Diyah saat ditemui di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat.

Diyah bukanlah satu-satunya warga yang memilih strategi serupa. Di sepanjang Jalan MH Thamrin hingga Jalan Sudirman, tampak banyak keluarga dan kelompok muda yang membawa tikar, koran bekas, bahkan kardus untuk dijadikan alas duduk. Sebagian dari mereka memang sengaja datang lebih awal untuk mendapat tempat strategis, namun banyak pula yang terpaksa menepi karena area utama sudah penuh sesak sejak sore hari. "Kami sengaja bawa tikar dari rumah, karena udah pengalaman tahun lalu pasti penuh banget," ujar Rudi, warga Kebon Jeruk yang datang bersama istri dan dua anaknya.

Puncak perayaan HUT Jakarta kali ini diisi dengan berbagai pertunjukan seni, konser musik dari artis ibu kota, serta atraksi kembang api yang spektakuler. Panggung besar didirikan tepat di depan Bundaran HI, menjadikan kawasan tersebut sebagai titik pusat keramaian. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga menyiapkan sejumlah layanan pendukung seperti posko kesehatan dan titik pengamanan ekstra mengingat tingginya animo masyarakat.

Fenomena ngemper ini seolah menjadi tradisi tersendiri dalam setiap perayaan besar di Jakarta. Meski terkesan sederhana, duduk di pinggir jalan dengan alas seadanya justru menghadirkan kehangatan tersendiri. Tak jarang, di antara kelompok-kelompok warga yang duduk berdekatan, terjalin obrolan ringan hingga canda tawa yang mempererat rasa kebersamaan. "Ya ini kan hajatan kita juga, hajatan orang Jakarta. Jadi walau cuma duduk di pinggir jalan, tetap semangat merayakannya," pungkas Diyah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User