Wakapolri Luncurkan Buku ke-42 Berjudul 'Mengawal Pangan, Menuai Aman'
Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo resmi meluncurkan buku ke-42 karyanya yang bertajuk "Mengawal Pangan, Menuai Aman". Peluncuran digelar d
Jakarta – Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Dedi Prasetyo resmi meluncurkan buku ke-42 karyanya yang bertajuk "Mengawal Pangan, Menuai Aman". Peluncuran digelar di Lobby Pusat Studi Kepolisian Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK), Jakarta Selatan, pada Rabu (24/6/2026). Buku ini menjadi penanda bahwa isu ketahanan pangan telah bergeser dari sekadar urusan sektor pertanian ke ranah strategis yang memengaruhi stabilitas nasional.
Komjen Dedi tidak sendirian dalam menyusun buku tersebut. Ia menggandeng dua perwira tinggi Polri lainnya, yakni Irjen Anwar dan Irjen Susilo Teguh Raharjo, sebagai penulis bersama. Secara resmi, karya ini telah tercatat dalam daftar Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan nomor pencatatan 001297886, menegaskan komitmen para penulisnya terhadap orisinalitas dan integritas akademis.
Pangan Bukan Sekadar Hasil Panen
Dalam pemaparannya, Komjen Dedi menekankan bahwa cara pandang terhadap ketahanan pangan harus berubah total. "Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa," ujarnya di hadapan hadirin yang hadir. Pernyataan itu menggarisbawahi betapa rentetan krisis global—mulai dari perubahan iklim, geopolitik, disrupsi rantai pasok, hingga inflasi pangan—menuntut keterlibatan lintas sektor termasuk Polri.
"Ketahanan pangan bukan hanya soal hasil panen, tetapi juga tentang ketahanan bangsa."
Sinergi Polri dan Keamanan Pangan
Buku setebal ratusan halaman tersebut merinci peran kepolisian sebagai salah satu pilar pengawal distribusi dan keamanan pangan. Di sejumlah bab, diulas bagaimana intelijen kepolisian dapat mendeteksi kerawanan pangan, antisipasi penimbunan, dan perlindungan terhadap petani agar produksi tetap berjalan di tengah tekanan. Komjen Dedi yang dikenal produktif menulis sejak lama, kembali menyuguhkan perspektif human security yang jarang dikaitkan dengan lembaga penegak hukum.
Buku ke-42 ini juga memetakan pengalaman empiris dari berbagai wilayah di Indonesia. Irjen Anwar dan Irjen Susilo Teguh Raharjo menyumbang kajian lapangan serta rekomendasi konkret bagi pemerintah daerah maupun pusat. Dengan demikian, "Mengawal Pangan, Menuai Aman" bukan sekadar bacaan akademis, melainkan tawaran cetak biru bagi pengambil kebijakan.
Peluncuran di STIK-PTIK turut dihadiri oleh sejumlah pejabat utama kepolisian, akademisi, dan perwakilan organisasi tani. Para hadirin berdiskusi tentang langkah praktis sinergi menjaga stabilitas pangan nasional. Media kami mencatat, momen tersebut meneguhkan transformasi Polri menuju institusi yang responsif terhadap ancaman non-konvensional, di mana ketersediaan beras dan sembako bisa menjadi fondasi keamanan yang hakiki.
Comments (0)