Waka MPR: Piala Dunia Jadi Momentum Tata Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Jakarta – Ajang Piala Dunia dinilai memiliki daya magis yang mampu menjadi katalis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi cermin bagi pembangunan sepak bola nasional yang lebih
Jakarta – Ajang Piala Dunia dinilai memiliki daya magis yang mampu menjadi katalis dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan sekaligus menjadi cermin bagi pembangunan sepak bola nasional yang lebih baik dan berkelanjutan. Pandangan ini disampaikan oleh Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat yang akrab disapa Rerie, dalam sebuah diskusi daring yang digelar pada Rabu (24/6/2026).
Dalam sambutan tertulisnya pada acara yang dihelat oleh Forum Diskusi Denpasar 12 bertajuk 'Piala Dunia dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia', Rerie menekankan bahwa perhelatan akbar sepak bola dunia tersebut bukan sekadar kompetisi olahraga biasa. Menurutnya, ada pesan mendalam yang bisa dipetik oleh seluruh elemen bangsa Indonesia.
"Ajang seperti Piala Dunia memiliki daya tular magis yang mampu menginspirasi generasi muda. Di balik persaingan di lapangan, ada pesan mendalam tentang penguatan persatuan dari keberagaman yang penting bagi bangsa yang majemuk seperti Indonesia,"
kata Rerie dalam keterangan tertulis yang diterima media kami.
Ia menambahkan bahwa semangat yang ditunjukkan oleh para pemain dari berbagai negara di Piala Dunia dapat menjadi teladan. Kerja keras, sportivitas, dan kemampuan untuk bersatu dalam perbedaan merupakan nilai-nilai yang sangat relevan untuk diadopsi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Rerie berharap, euforia Piala Dunia tidak hanya berhenti pada perayaan sesaat, tetapi benar-benar menjadi momen refleksi bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola di Tanah Air.
Lebih jauh, politisi senior tersebut mengajak agar gelaran Piala Dunia dijadikan tolok ukur untuk mengevaluasi sekaligus mendesain ulang peta jalan pembinaan sepak bola nasional. Menurutnya, dengan melihat bagaimana negara-negara peserta membangun fondasi sepak bola mereka sejak usia dini, Indonesia bisa memetik pelajaran berharga untuk mencetak generasi emas pesepakbola di masa depan.
Diskusi yang digelar secara daring tersebut menghadirkan sejumlah pakar dan pemerhati olahraga nasional, yang turut membedah tantangan dan peluang sepak bola Indonesia pasca gelaran Piala Dunia. Rerie menegaskan bahwa dukungan dari lintas sektor, baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat, menjadi kunci agar sepak bola Indonesia tidak hanya menjadi penonton di level dunia, tetapi bisa menjadi peserta yang diperhitungkan.
Melalui momentum Piala Dunia ini, ia berharap seluruh elemen bangsa dapat memaknai bahwa sepak bola bukan sekadar permainan, melainkan juga wahana untuk menanamkan nilai luhur kebangsaan, mempererat persaudaraan, dan menjadi alat pemersatu yang ampuh di tengah kemajemukan Indonesia.
Comments (0)