Waka MPR: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Peran Semua Elemen Bangsa

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi erat dari semua elemen ban

Jul 07, 2026 - 22:42
0 0
Waka MPR: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Peran Semua Elemen Bangsa

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menegaskan bahwa upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan kolaborasi erat dari semua elemen bangsa agar tercipta ekosistem pendidikan yang mampu menjawab tantangan zaman. Ia menyoroti pentingnya wadah bersama untuk memperkuat sinergi dalam membangun kualitas dan karakter anak bangsa, terutama di tengah beragam persoalan yang masih membelenggu dunia pendidikan Indonesia.

"Peningkatan mutu pendidikan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif semua elemen bangsa," ujar Lestari dalam keterangan yang diterima Beritadua.com, Selasa (7/7/2026). Pernyataan ini menekankan bahwa tanggung jawab membangun sumber daya manusia unggul bukan semata di pundak pemerintah, melainkan milik bersama yang harus diemban oleh masyarakat, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.

Gerakan PSPB Resmi Diluncurkan

Belum lama ini, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan Gerakan Partisipasi Semesta Pendidikan Bermutu (PSPB). Gerakan ini dirancang untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong dalam memajukan pendidikan nasional. PSPB menjadi wadah bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berkoordinasi dan menyelaraskan program-program pendidikan yang inklusif, merata, dan berkelanjutan di seluruh pelosok negeri.

Lestari menilai, kehadiran PSPB sangat strategis karena permasalahan pendidikan bersifat multidimensi. Mulai dari akses terhadap layanan pendidikan, kualitas tenaga pengajar, ketersediaan infrastruktur, hingga pembentukan karakter siswa, membutuhkan sentuhan dan dukungan dari berbagai sisi. “Dengan gotong royong, kita bisa memastikan bahwa setiap anak bangsa mendapatkan pendidikan yang layak dan bermutu, di mana pun mereka berada,” tegasnya.

Melalui PSPB, Kemendikdasmen juga membuka peluang bagi sektor swasta, organisasi kemasyarakatan, dan komunitas lokal untuk terlibat langsung dalam bentuk kemitraan. Partisipasi itu bisa berupa peningkatan kompetensi guru, penyediaan sarana belajar berbasis teknologi, pengembangan kurikulum kontekstual, hingga pendampingan bagi siswa di daerah tertinggal. Dengan demikian, pendidikan tidak lagi berjalan secara parsial, melainkan menjadi gerakan kolektif yang melibatkan seluruh lapisan masyarakat.

Lestari berharap momentum peluncuran PSPB dapat menjadi titik awal penguatan komitmen bersama. “Pendidikan adalah tanggung jawab kita semua. Tanpa partisipasi aktif dari semua elemen, tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa akan sulit tercapai,” pungkasnya. Ia pun mengajak seluruh pihak untuk segera mengambil peran sesuai kapasitas masing-masing, demi mewujudkan generasi Indonesia yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
arif-budianto

Editor Ekonomi. Editor analisis pasar dan bisnis.

Comments (0)

User