Yahukimo — Politisi Gerindra Kutuk KKB Serang Misi Kemanusiaan Gereja

Aksi pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) disertai pembunuhan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat di Yahukimo, Papua Pegunungan,

Jul 08, 2026 - 16:40
0 0

Aksi pembakaran pesawat milik Associated Mission Aviation (AMA) disertai pembunuhan pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat di Yahukimo, Papua Pegunungan, memantik reaksi keras dari lingkup Partai Gerindra melalui sayap organisasinya. Peristiwa yang disebut sebagai serangan langsung terhadap misi kemanusiaan Gereja Katolik itu dinilai sebagai tindakan biadab yang tak dapat ditoleransi dengan alasan apa pun.

Kronologi Peristiwa di Yahukimo

Serangan brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap fasilitas penerbangan misi kemanusiaan terjadi di wilayah Yahukimo. Rangkaian peristiwa itu terekam dalam laporan sebagai berikut:

  1. Pembakaran pesawat. Unit pesawat AMA yang selama ini menjadi tulang punggung transportasi udara bagi masyarakat pedalaman, dibakar oleh kelompok bersenjata hingga hancur.
  2. Pembunuhan pilot misionaris. Pilot berkewarganegaraan Amerika Serikat yang bertugas dalam penerbangan kemanusiaan tersebut tewas dalam serangan. Ia diketahui bukan pihak yang terlibat dalam konflik bersenjata, melainkan seorang relawan yang mendedikasikan diri untuk pelayanan masyarakat di daerah terisolasi.
  3. Lokasi dan waktu. Serangan terjadi di Yahukimo, Papua Pegunungan, dan menjadi sorotan publik setelah pernyataan sikap disampaikan pada Sabtu, 4 Juli 2026.

Kecaman Keras dari Politisi Gerindra

Wakil Ketua Umum PP Gerakan Kristiani Indonesia Raya (GEKIRA) Bidang Hukum dan Advokasi yang juga menjabat sebagai Ketua DPP Partai Gerindra Bidang Agama Katolik, Dr. Haposan P. Batubara, S.H., M.H., mengecam aksi tersebut dengan nada keras. Ia menegaskan bahwa serangan terhadap pilot yang sedang menjalankan misi kemanusiaan adalah pelanggaran berat terhadap nilai-nilai kemanusiaan universal.

"Ini adalah tindakan yang sangat biadab dan tidak berperikemanusiaan. Membunuh seorang pilot yang datang membawa pelayanan bagi masyarakat pedalaman merupakan pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Tidak ada agama, budaya, maupun nilai luhur yang membenarkan pembunuhan terhadap orang yang datang untuk menolong sesama," ujar Haposan pada Sabtu (4/7/2026).

Ia juga menekankan bahwa pesawat AMA yang dibakar adalah lebih dari sekadar alat transportasi. "Yang diserang bukan sekadar pesawat. Yang diserang adalah misi kemanusiaan, pelayanan kasih, dan harapan masyarakat pedalaman yang selama ini bergantung pada penerbangan AMA," tambahnya.

Peran Vital AMA bagi Masyarakat Pedalaman

Haposan mengingatkan bahwa selama puluhan tahun, AMA telah menjadi mitra strategis Gereja Katolik di Tanah Papua. Pesawat-pesawat AMA menghubungkan daerah-daerah yang sulit dijangkau melalui jalur udara, mengangkut tenaga pastoral, guru, tenaga kesehatan, logistik, serta berbagai kebutuhan dasar masyarakat—tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang.

Kehadiran Gereja melalui AMA, menurutnya, tidak pernah dimaksudkan untuk membawa konflik. Sebaliknya, pelayanan yang diberikan berfokus pada menghadirkan pendidikan, layanan kesehatan, dan pendampingan pastoral bagi masyarakat di wilayah terpencil. Serangan ini pun dianggap sebagai pukulan berat bagi upaya kemanusiaan yang telah berlangsung lama.

Dengan peristiwa ini, Haposan mengajak semua pihak untuk melihat bahwa kekerasan semacam itu justru menghancurkan jembatan harapan yang susah payah dibangun oleh para relawan kemanusiaan. "Gereja hadir di Papua bukan untuk membawa konflik, melainkan menghadirkan kasih. Serangan terhadap fasilitas dan nyawa yang melayani adalah kemunduran bagi rasa kemanusiaan kita bersama," pungkasnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User