Ojung Kembali Meriahkan Lumajang, Sabet Rotan Sambut Bulan Suro

Tradisi Ojung kembali menyedot perhatian warga Lumajang dalam perayaan bulan Suro kali ini. Atraksi saling sabet rotan yang telah diwariskan secara turun-t

Jul 08, 2026 - 17:23
0 0
Ojung Kembali Meriahkan Lumajang, Sabet Rotan Sambut Bulan Suro

Tradisi Ojung kembali menyedot perhatian warga Lumajang dalam perayaan bulan Suro kali ini. Atraksi saling sabet rotan yang telah diwariskan secara turun-temurun ini menjadi magnet budaya yang tak hanya menghibur, tetapi juga menyimpan makna filosofis mendalam bagi masyarakat setempat.

Ritual yang melibatkan dua orang pria dewasa yang saling mencambuk menggunakan rotan ini digelar di area terbuka, disaksikan ratusan pasang mata. Bukan sekadar adu ketahanan fisik, Ojung menjadi simbol permohonan keselamatan dan tolak bala saat memasuki tahun baru Islam. Luka dan bilur di tubuh peserta dianggap sebagai bagian dari pengorbanan spiritual, bukan semata-mata kekerasan.

Akar Tradisi dan Makna di Balik Sabetan

Masyarakat Lumajang memandang Ojung sebagai lebih dari sekadar hiburan rakyat. Tradisi ini berakar kuat pada sistem kepercayaan agraris yang mengaitkan bulan Suro dengan siklus pembersihan diri dan lingkungan.

"Ojung bukan sekadar atraksi. Ini adalah cara kami berdoa dan meminta keselamatan kepada Tuhan. Setiap sabetan rotan adalah simbol pembuangan sifat buruk," ujar salah satu sesepuh adat yang hadir dalam acara tersebut.

Secara teknis, peserta Ojung—yang disebut pemain—saling berhadapan dengan rotan sepanjang kurang lebih satu meter. Mereka secara bergantian menyabetkan rotan ke punggung lawan dengan irama tertentu. Tidak ada dendam atau permusuhan usai pertarungan; justru pelukan persaudaraan yang mengakhiri setiap sesi.

Fungsi Sosial: Perekat Komunitas di Era Modern

Di tengah arus globalisasi yang kian deras, Ojung membuktikan diri sebagai perekat sosial yang efektif. Penyelenggaraannya melibatkan gotong royong lintas generasi—mulai dari penyiapan sesaji, pembuatan rotan khusus, hingga koordinasi keamanan.

Beberapa poin penting terkait pelaksanaan Ojung tahun ini:

  • Partisipasi luas: Peserta tidak hanya dari kalangan tua, tetapi juga pemuda yang sengaja mempelajari teknik Ojung selama berbulan-bulan.
  • Dukungan pemerintah daerah: Acara ini dimasukkan dalam kalender wisata budaya Lumajang, menarik wisatawan domestik dan mancanegara.
  • Adaptasi protokol kesehatan: Meski pandemi telah mereda, panitia tetap menyediakan posko kesehatan dengan tenaga medis dan ramuan tradisional untuk merawat luka peserta.

Pro dan Kontra: Melestarikan atau Mengkritisi?

Di balik kemeriahannya, Ojung tidak luput dari perdebatan. Analisis berikut menyajikan dua sisi pandang yang perlu dipertimbangkan.

Pro: Ojung merupakan warisan budaya tak benda yang harus dilindungi. Tradisi ini mengajarkan pengendalian diri, sportivitas, dan ketahanan mental. Secara ekonomi, Ojung menggerakkan UMKM lokal—dari penjual makanan, cendera mata, hingga penginapan. Lebih jauh, Ojung menjadi identitas kolektif yang mencegah erosi budaya di kalangan generasi muda. Pelaku tradisi menekankan bahwa sabetan rotan dilakukan dengan teknik khusus yang meminimalkan cedera serius, bukan sekadar adu kekuatan brutal. Mereka juga merawat luka dengan ramuan warisan leluhur yang diyakini mempercepat penyembuhan.

Kontra: Praktik saling menyakiti secara fisik sulit dibenarkan dalam kerangka hak asasi manusia modern. Meski disebut terkendali, risiko infeksi kulit, jaringan parut permanen, hingga trauma psikologis pada peserta tetap ada. Kalangan pemerhati anak juga menyoroti normalisasi kekerasan di depan penonton di bawah umur. Selain itu, ada kekhawatiran tradisi ini kehilangan esensinya dan bergeser menjadi komoditas pariwisata murahan yang mengabaikan nilai sakral.

Perdebatan ini tidak menemukan titik temu mutlak, dan justru di situlah letak kompleksitas pelestarian budaya—menghormati masa lalu tanpa menutup mata pada standar kemanusiaan kontemporer.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User