Viral, Warga Benda Tangerang Tuntut Penghentian Dangdutan Bising dari Karantina Monyet
Warga di kawasan Benda, Kota Tangerang, Banten, terlibat keributan dengan pengelola tempat karantina monyet. Pemicunya adalah suara musik dangdut yang diputar keras dari dalam tempat karantina hingga
Warga di kawasan Benda, Kota Tangerang, Banten, terlibat keributan dengan pengelola tempat karantina monyet. Pemicunya adalah suara musik dangdut yang diputar keras dari dalam tempat karantina hingga malam hari. Momen protes ini terekam dalam video amatir yang kemudian viral di media sosial.
Dalam rekaman yang diterima Beritadua.com, terlihat sejumlah warga mendatangi lokasi dan menyampaikan keberatan secara langsung. Mereka meminta agar pemutaran musik segera dihentikan karena mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat warga sekitar.
Keluhan Warga yang Tak Kunjung Direspons
Berdasarkan penuturan warga yang enggan disebutkan identitasnya, kebisingan dari tempat karantina itu sudah berlangsung beberapa hari. Musik dangdut diputar dalam durasi panjang, kadang hingga larut malam, melampaui batas waktu yang wajar untuk lingkungan permukiman.
"Kami tidak bisa tidur, anak-anak terganggu, suaranya keras sekali. Setiap malam seperti ada hajatan, padahal itu tempat karantina monyet," ujar salah satu warga.
Sejumlah warga mengaku sudah mencoba menyampaikan keluhan secara kekeluargaan kepada pengelola, tetapi tidak mendapatkan tanggapan memadai. Akumulasi rasa jengkel akhirnya meledak dalam aksi protes bersama yang direkam dan tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Keributan dan Mediasi di Lokasi
Dalam video yang beredar, suasana tampak tegang. Beberapa warga berteriak menyampaikan protes, sementara pihak karantina mencoba memberikan penjelasan mengenai alasan pemutaran musik tersebut. Diduga, musik digunakan sebagai metode untuk menenangkan atau merawat monyet-monyet yang dikarantina. Namun, warga menilai cara itu tidak memperhatikan dampak terhadap lingkungan sekitar.
Mendapat laporan dari masyarakat, jajaran Polsek Benda segera bergerak ke tempat kejadian. Petugas tiba untuk meredakan situasi dan mencegah bentrokan yang lebih luas. Kapolsek Benda, dalam keterangan singkatnya, mengatakan bahwa pihaknya telah memintai keterangan dari sejumlah saksi yang berada di lokasi maupun yang mengetahui kronologi peristiwa.
Langkah Kepolisian dan Imbauan
Pihak kepolisian berupaya mempertemukan kedua belah pihak untuk mencari solusi damai. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah pembatasan jam operasional pemutaran musik dan penurunan volume suara agar tidak melampaui ambang batas kebisingan yang diatur dalam peraturan daerah.
“Kami masih mendalami kronologi dan berkomunikasi dengan pengelola karantina. Harapannya ada kesepakatan bersama agar persoalan ini tidak berlarut-larut dan ketertiban lingkungan tetap terjaga,” kata seorang perwira di Polsek Benda.
Hingga laporan ini disusun, belum ada pernyataan resmi dari pengelola karantina monyet. Namun, situasi di sekitar lokasi dilaporkan sudah kembali kondusif pasca-mediasi awal oleh kepolisian. Warganet yang menyaksikan video keributan itu pun ramai berkomentar; sebagian mendukung warga yang merasa terganggu, sebagian lain mempertanyakan efektivitas musik bagi hewan dalam masa karantina.
Pihak kepolisian mengimbau agar masyarakat tetap menahan diri dan tidak terprovokasi oleh unggahan di media sosial. Jika ditemukan pelanggaran terkait gangguan ketertiban atau kebisingan lingkungan, kepolisian tidak akan ragu menindak sesuai aturan yang berlaku.
Comments (0)