Jakarta Bersolek Menuju Kota Global: Penataan Rasuna Said hingga Dukuh Atas
Ibu kota terus mempercantik diri di usianya yang ke-499. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan serangkaian pembenahan ruang kota yang tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi
Ibu kota terus mempercantik diri di usianya yang ke-499. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggencarkan serangkaian pembenahan ruang kota yang tak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mengakar pada pelibatan aktif masyarakat. Dari koridor bisnis Jalan H.R. Rasuna Said hingga kawasan simpul transportasi Dukuh Atas, wajah Jakarta perlahan disulap demi mewujudkan cita-cita sebagai kota global yang berkelanjutan.
Pembenahan fisik menjadi sorotan utama dalam perayaan setengah abad lebih usia kota ini. Penataan pedestrian dan lansekap di Jalan H.R. Rasuna Said kini menghadirkan ruang yang lebih lapang dan teduh bagi para pejalan kaki. Trotoar yang sebelumnya sempit diperlebar, dilengkapi jalur hijau, serta furnitur jalan yang estetik. Sementara itu, di titik strategis lainnya, proyek Pedestrian Deck Dukuh Atas resmi dicanangkan. Infrastruktur baru ini dirancang untuk mengintegrasikan berbagai moda transportasi publik seperti MRT, LRT, Commuter Line, dan Transjakarta, sehingga memudahkan mobilitas warga sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi.
Namun, pembenahan tidak berhenti pada beton dan baja. Kesadaran lingkungan menjadi pilar kedua yang tidak kalah penting. Pemprov DKI turut menggelorakan gerakan pilah sampah sebagai bagian dari perayaan hari jadi. Inisiatif ini mengajak warga untuk memilah sampah dari rumah, sebuah langkah kecil yang diharapkan berdampak besar bagi sistem pengelolaan sampah kota. Upaya ini menjadi penanda bahwa perubahan Jakarta tidak hanya bergantung pada proyek mercusuar, melainkan juga partisipasi kolektif seluruh lapisan masyarakat.
"Jakarta yang maju bukan hanya dibangun oleh pemerintah, tetapi dijaga bersama oleh seluruh warganya," ujar Pramono dalam keterangan tertulis Pemprov DKI Jakarta, Sabtu (20/6/2026).
Pernyataan tersebut menegaskan visi bahwa keberhasilan Jakarta menuju kota global bukanlah prestasi sepihak. Infrastruktur yang mumpuni akan menjadi sia-sia tanpa diimbangi kedisiplinan warga dalam merawatnya. Pembenahan Jalan Rasuna Said dan Dukuh Atas hanyalah permulaan. Ke depan, konsistensi pemerintah dalam merancang ruang publik yang inklusif serta kemauan warga untuk menjaga kebersihan dan ketertiban menjadi kunci utama. Laporan lengkap seputar pembangunan berkelanjutan di Ibu Kota dapat Anda ikuti terus di Beritadua.com.
Comments (0)