Tim SAR Venezuela Berjuang dengan Tangan Kosong Evakuasi Korban Gempa Ganda
Caracas, Beritadua.com — Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa dahsyat di Venezuela memasuki fase kritis pada Kamis (25/06). Tim SAR bersama relawan lokal dan anggota keluarga korban teru
Caracas, Beritadua.com — Upaya pencarian dan penyelamatan korban gempa dahsyat di Venezuela memasuki fase kritis pada Kamis (25/06). Tim SAR bersama relawan lokal dan anggota keluarga korban terus menggali puing-puing bangunan yang runtuh, dipicu oleh dua gempa bumi kuat yang mengguncang negara tersebut secara beruntun pada Rabu (24/06) sore.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, dua gempa tektonik berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 melanda wilayah tersebut dalam selang waktu singkat. Kekuatan gempa yang masif ini menyebabkan gedung-gedung bertingkat di sejumlah kawasan padat penduduk, termasuk ibu kota Caracas, luluh lantak dan menyisakan tumpukan reruntuhan beton yang menjebak banyak warga.
Kondisi di lapangan menggambarkan betapa beratnya tugas para penyelamat. Minimnya alat berat dan kerusakan infrastruktur akses jalan membuat proses evakuasi berjalan lambat.
"Tim SAR benar-benar kewalahan. Mereka mengeluarkan orang-orang yang terjebak dengan kuku dan gigi, secara harfiah. Mereka menggali reruntuhan menggunakan tangan kosong dan peralatan seadanya karena banyak lokasi yang tidak bisa dijangkau ekskavator," ujar Antoan Marn, seorang mahasiswa yang berada di Caracas, dalam laporannya kepada media internasional.
Pernyataan Marn tersebut merefleksikan frustrasi dan keputusasaan yang menyelimuti lokasi bencana. Suara tangisan keluarga korban bercampur dengan suara ambulans dan teriakan para relawan yang berusaha memanggil korban yang diduga masih hidup di bawah reruntuhan. Banyak warga setempat yang nekat ikut turun tangan langsung menyingkirkan pecahan batu dan bata menggunakan palu atau bahkan tangan kosong demi menyelamatkan anggota keluarga mereka.
Pusat data dan komunikasi bencana kami melaporkan bahwa jumlah pasti korban jiwa dan orang hilang masih terus berfluktuasi seiring berjalannya proses identifikasi. Pemerintah Venezuela menyatakan status darurat nasional dan mengerahkan seluruh sumber daya yang tersedia, namun skala kehancuran yang begitu luas dinilai belum sebanding dengan kapasitas tim penyelamat di lapangan. Dua gempa kuat yang terjadi secara berurutan ini disebut sebagai salah satu bencana seismik terburuk yang melanda kawasan Amerika Latin dalam dekade terakhir.
Hingga berita ini diturunkan, puluhan titik lokasi pencarian masih aktif difokuskan pada bangunan publik dan permukiman warga. Tim SAR mengaku terus menemukan sinyal suara dari dalam reruntuhan, memberi harapan di tengah keterbatasan logistik dan waktu kritis "golden time" yang semakin menipis.
Comments (0)