Temuan Logam Tak Biasa Saat KPK OTT Bupati Langkat
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin (SAF) yang akrab disapa Ondim sebagai tersangka dalam perkara suap terkait fee proyek di lingkungan Pemerin
Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Langkat Syah Afandin (SAF) yang akrab disapa Ondim sebagai tersangka dalam perkara suap terkait fee proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Langkat. Penetapan ini merupakan hasil dari operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh tim penyidik KPK.
Dalam operasi senyap yang berlangsung pada Kamis (2/7/2026), tim KPK tidak hanya mengamankan Syah Afandin, tetapi juga menangkap Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB), yang diketahui merupakan salah satu tim sukses sang bupati pada gelaran Pilkada 2024. Keduanya langsung digelandang ke gedung Merah Putih KPK untuk menjalani pemeriksaan intensif.
Berdasarkan laporan yang dihimpun media kami, salah satu temuan yang menyita perhatian dalam OTT kali ini adalah keberadaan logam tak biasa yang turut diamankan oleh tim penyidik. Keberadaan logam ini masih didalami keterkaitannya dengan transaksi suap pengaturan proyek di Kabupaten Langkat.
KPK sejauh ini belum memberikan pernyataan rinci mengenai bentuk maupun fungsi dari logam tak biasa tersebut. Namun, penemuan ini menambah daftar barang bukti yang akan digunakan untuk memperkuat konstruksi perkara. Sejumlah pihak menduga logam tersebut mungkin memiliki nilai ekonomi tertentu atau digunakan sebagai alat transaksi terselubung dalam jaringan korupsi proyek infrastruktur di daerah.
Adapun dua tersangka yang telah diumumkan secara resmi oleh KPK dalam perkara ini adalah:
1. Bupati Langkat Syah Afandin (SAF)
2. Tim sukses SAF pada Pilkada 2024, Yaqub Abdhal Al Mu'arif (YQB)
Keduanya disangkakan melanggar pasal-pasal terkait suap dan gratifikasi sebagaimana diatur dalam undang-undang pemberantasan tindak pidana korupsi. KPK mengonfirmasi bahwa operasi tangkap tangan ini merupakan kelanjutan dari penyelidikan panjang atas dugaan permainan proyek di lingkungan Pemkab Langkat.
Penyidik saat ini tengah mengembangkan kasus lebih lanjut untuk mengungkap kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat. Publik pun menanti kejelasan mengenai status logam tak biasa yang ditemukan, apakah ia menjadi kunci pembuka tabir praktik korupsi yang lebih besar atau sekadar temuan insidental di lokasi penangkapan.
Comments (0)