Serunya Warga Lihat Parade Budaya di CFD HI, Ada Tari Syrtos hingga Bandrong

Jakarta - Suasana hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pagi ini terasa berbeda. Minggu (5/7/2026), ribuan warga yang biasa berolahraga

Jul 08, 2026 - 04:32
0 0
Serunya Warga Lihat Parade Budaya di CFD HI, Ada Tari Syrtos hingga Bandrong

Jakarta - Suasana hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI) pagi ini terasa berbeda. Minggu (5/7/2026), ribuan warga yang biasa berolahraga dan bersantai di sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin disuguhkan parade budaya meriah dari ajang Jakarta World Folklore Festival (JWFF). Warga berbondong-bondong mengerubungi rute parade untuk menyaksikan langsung iring-iringan peserta yang menampilkan kekayaan tradisi dari berbagai negara.

Berdasarkan laporan media kami di lokasi, iring-iringan parade dimulai dari kawasan Patung Sudirman. Dengan mengenakan kostum tradisional yang berwarna-warni, para peserta berjalan menuju titik utama di Bundaran HI. Sepanjang perjalanan, mereka membawakan beragam tarian dan pertunjukan khas dari negara asal masing-masing. Kemeriahan semakin terasa ketika rombongan tiba di dekat Halte Tosari dan Bundaran HI, di mana mereka menghentikan langkah sejenak untuk memberikan penampilan spesial bagi warga yang memadati kawasan tersebut.

"Tadi saya jogging seperti biasa, terus lihat ramai-ramai. Pas mendekat ternyata ada parade dari banyak negara, keren banget. Anak saya paling suka lihat tarian dari Indonesia, gerakannya energik," ujar Retno, salah seorang pengunjung CFD yang antusias menonton.

Parade ini menjadi ajang unjuk kebolehan para delegasi JWFF yang berasal dari tujuh negara. Tampak perwakilan dari Filipina, Yunani, Rusia, Romania, Polandia, dan Korea Selatan turut memeriahkan acara. Mereka berbaur dan berbagi panggung jalanan dengan perwakilan Indonesia yang datang dari Cilegon, Banten. Masing-masing kontingen membawakan tarian tradisional kebanggaan mereka, menciptakan perpaduan budaya yang memukau di tengah jantung ibu kota.

Salah satu penampilan yang paling menyita perhatian warga adalah Tari Syrtos dari perwakilan Yunani. Tarian berirama khas Mediterania ini dibawakan dengan gerakan berkelompok yang teratur, menggambarkan semangat kebersamaan. Sementara itu, dari perwakilan Indonesia, Tari Bandrong dari Banten tampil dengan penuh semangat. Gerakan dinamis dan properti yang dibawa para penari sukses menghidupkan suasana di tengah teriknya pagi Jakarta. Tepuk tangan penonton berkali-kali terdengar setiap kali para penari melakukan gerakan akrobatik dan formasi yang rumit.

Ajang Perkenalan Budaya yang Dinanti

Jakarta World Folklore Festival sendiri merupakan perhelatan tahunan yang mempertemukan komunitas seni tradisi dari berbagai belahan dunia. Tahun ini, parade di tengah car free day menjadi strategi mendekatkan keragaman budaya global kepada masyarakat secara lebih kasual. Pengunjung yang biasanya hanya mengisi pagi minggu dengan bersepeda, berlari, atau berjualan, kini bisa menikmati pertunjukan kelas dunia tanpa biaya sepeser pun. Kehadiran delegasi dari Eropa Timur seperti Rusia, Romania, dan Polandia juga menambah warna tersendiri, menampilkan kostum dan gerakan tari yang mungkin jarang disaksikan publik Indonesia.

Banyak pengunjung yang mengabadikan momen ini lewat kamera ponsel mereka. Ada pula yang ikut berjoget ringan mengikuti irama musik yang dimainkan oleh masing-masing kontingen. Acara ini tidak hanya menghibur, tetapi juga menjadi ruang edukasi budaya yang hidup di ruang publik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User