Surabaya Raih Penghargaan RTLH Tertinggi, Target 7.196 Rutilahu Rampung 2027
Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Pemerintah Daerah dengan Dukungan APBD Program Rumah Tidak Layak
Jakarta - Pemerintah Kota Surabaya mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional dengan meraih Penghargaan Terbaik I Kategori Pemerintah Daerah dengan Dukungan APBD Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) Tertinggi. Penghargaan ini menjadi bukti nyata komitmen Kota Pahlawan dalam mengentaskan persoalan permukiman kumuh dan meningkatkan kualitas hunian warganya.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan bahwa pembangunan kota tidak bisa sepenuhnya bergantung pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Menurutnya, keterbatasan fiskal menuntut adanya strategi pembiayaan alternatif dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Pembangunan Kota Pahlawan tidak dapat hanya mengandalkan APBD. Karena itu, kami terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mendukung percepatan pelaksanaan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu).
Pernyataan tersebut menegaskan arah kebijakan Pemkot Surabaya yang mengedepankan model kolaborasi multipihak. Langkah ini ditempuh untuk mengejar target ambisius, yakni penyelesaian 7.196 unit rumah tidak layak huni yang ditargetkan rampung pada tahun 2027. Angka tersebut bukanlah target yang ringan, namun dengan sinergi yang terbangun, Pemkot Surabaya optimistis dapat merealisasikannya tepat waktu.
Kolaborasi strategis ini melibatkan berbagai lembaga dan korporasi yang memiliki kepedulian terhadap isu sosial dan permukiman. Beberapa mitra yang telah menjalin kerja sama erat antara lain Yayasan Buddha Tzu Chi, Ciputra, Pakuwon, Baznas Surabaya, Bangga Surabaya Peduli, dan Nurul Hayat. Masing-masing pihak berkontribusi sesuai kapasitas dan sumber daya yang dimiliki, mulai dari pendanaan, material bangunan, hingga tenaga sukarelawan.
Kemitraan dengan sektor swasta seperti Ciputra dan Pakuwon menunjukkan tingginya kepercayaan dunia usaha terhadap tata kelola program perbaikan rumah di Surabaya. Sementara itu, keterlibatan Baznas Surabaya dan lembaga sosial keagamaan lainnya memastikan distribusi bantuan tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Penghargaan yang diraih ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat bagi seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan di Surabaya untuk terus berpartisipasi aktif. Ke depan, Pemkot Surabaya berencana memperluas jaringan kolaborasi dan mengoptimalkan platform donasi seperti Bangga Surabaya Peduli guna mempercepat penuntasan program Rutilahu di seluruh wilayah kota.
Dengan capaian ini, Surabaya semakin memantapkan posisinya sebagai kota yang inklusif dan berdaya, di mana pembangunan infrastruktur sosial menjadi prioritas utama demi mewujudkan kesejahteraan warganya.
Comments (0)