Perjuangan di Balik Senyum: Demi Sekolah, Uci Rela Berjualan Gorengan

Pendidikan adalah hak setiap anak. Namun, tidak semua anak bisa merasakan bangku sekolah dengan mudah. Sebagian harus berjuang lebih keras, bahkan sebelum matahari sepenuhnya terbit. Inilah kisah Suc

Jul 08, 2026 - 05:47
0 0
Perjuangan di Balik Senyum: Demi Sekolah, Uci Rela Berjualan Gorengan

Pendidikan adalah hak setiap anak. Namun, tidak semua anak bisa merasakan bangku sekolah dengan mudah. Sebagian harus berjuang lebih keras, bahkan sebelum matahari sepenuhnya terbit. Inilah kisah Suci Nurlaela, atau yang akrab disapa Uci, seorang siswi yang harus membagi waktunya antara belajar dan berjualan gorengan demi membantu perekonomian keluarga sekaligus mewujudkan cita-citanya sebagai seorang pramugari.

Di tengah dinginnya udara pagi di Desa Campaka Mekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Uci memulai harinya dengan cara yang berbeda dari kebanyakan remaja sebayanya. Ia bukan hanya menyiapkan buku pelajaran, tetapi juga menyiapkan dagangan.

"Uci berangkat jalan kaki jam 6 bawa gorengan buat jualan di sekolah. Nanti di jalan atau sebelum masuk kelas jam 7 pada beli," tutur Uci kepada tim media kami saat ditemui di kediamannya yang sederhana.

Perjalanan kaki yang ia tempuh setiap pagi bukan sekadar rutinitas menuju sekolah, melainkan juga kesempatan untuk menjajakan gorengan buatannya. Dengan langkah-langkah kecilnya, ia memikul dagangan, berharap ada teman atau warga yang singgah membeli sebelum bel masuk kelas berbunyi.

Ketika anak-anak lain sibuk menyiapkan seragam, Uci sibuk menghitung berapa banyak gorengan yang harus ia bawa agar bisa menutupi kebutuhan sehari-hari.

Kondisi ekonomi keluarga yang serba terbatas tak menyurutkan semangatnya untuk terus menimba ilmu. Justru dari kesulitan itulah lahir ketangguhan. Uci paham bahwa pendidikan adalah salah satu jalan untuk keluar dari jerat kemiskinan. Maka, ia tak pernah malu menjajakan dagangannya. Sebaliknya, ia justru merasa bangga karena bisa meringankan beban orang tua sambil tetap bersekolah.

Di balik wajah lelah yang ia sembunyikan, Uci menyimpan mimpi yang amat tinggi. Ia bercita-cita menjadi seorang pramugari. Profesi yang identik dengan keramahan, penampilan rapi, dan kemampuan melayani itu menjadi alasan kuat baginya untuk tidak menyerah. Baginya, langit bukanlah batas, melainkan tujuan yang akan ia jamah melalui keringat dan kerja kerasnya sekarang.

Kisah Uci menjadi pengingat bahwa di luar sana masih banyak anak-anak Indonesia yang harus berjuang ekstra demi sekadar bisa duduk mendengarkan guru di kelas. Mereka tidak hanya bertarung melawan keterbatasan materi, tetapi juga melawan waktu dan kelelahan. Namun, seperti Uci, mereka tetap yakin bahwa setiap tetes peluh yang jatuh hari ini adalah investasi untuk mimpi-mimpi besar di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
mega-lestari

Reporter Internasional. Reporter isu internasional dan geopolitik.

Comments (0)

User