Soroti Tingginya Jumlah Perokok Anak, Waka MPR: Harus Ambil Langkah Nyata

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat yang karib disapa Rerie menyampaikan keprihatinan mendalam terkait jumlah perokok anak yang masih tinggi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa upaya menek

Jul 08, 2026 - 04:56
0 0
Soroti Tingginya Jumlah Perokok Anak, Waka MPR: Harus Ambil Langkah Nyata

Jakarta - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat yang karib disapa Rerie menyampaikan keprihatinan mendalam terkait jumlah perokok anak yang masih tinggi di Indonesia. Ia menegaskan bahwa upaya menekan angka tersebut membutuhkan langkah nyata bersama yang terukur dan konsisten.

Menurut Rerie, akar permasalahan ini harus diatasi mulai dari unit terkecil masyarakat, yaitu lingkungan keluarga. Ia menekankan pentingnya membangun pemahaman sejak dini mengenai pola hidup sehat agar kesadaran kolektif untuk melahirkan generasi yang kuat dan tangguh dapat terus tumbuh secara berkelanjutan.

"Pemahaman masyarakat terkait pentingnya pola hidup sehat harus terus ditingkatkan mulai dari lingkungan keluarga, sehingga kesadaran untuk mewujudkan generasi yang kuat dan tangguh terus tumbuh," ujar Rerie dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

Kekhawatiran Rerie bukan tanpa dasar. Data dari Ruang Kebijakan Kesehatan Indonesia (RUKKI) Foundation menunjukkan fakta yang sangat mengkhawatirkan. Sepanjang tahun 2025, tercatat ada 2,03 juta anak remaja di Indonesia yang menghabiskan dana fantastis untuk membeli rokok.

Angka pengeluaran itu menembus Rp 4,5 triliun per tahun, yang digunakan untuk membeli sekitar 4,17 miliar batang rokok. Rerie menilai angka ini bukan sekadar statistik biasa yang bisa diabaikan begitu saja.

Politisi senior itu menegaskan bahwa data ini merupakan alarm krisis yang mengancam masa depan generasi Indonesia Emas 2045. Ia menyerukan agar seluruh pemangku kepentingan tidak lagi bersikap pasif melihat fenomena ini.

Menurut laporan yang dihimpun media kami, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dinilai perlu segera merumuskan kebijakan yang lebih efektif dalam melindungi anak-anak dari bahaya konsumsi rokok. Langkah preventif di level keluarga menjadi fondasi penting, namun harus diimbangi dengan regulasi yang ketat dan pengawasan yang cermat.

Fenomena tingginya jumlah perokok anak ini menjadi pekerjaan rumah besar yang belum tuntas. Jika tidak segera ditangani secara serius, dampaknya tidak hanya pada sektor kesehatan, tetapi juga pada kualitas sumber daya manusia dan beban ekonomi negara di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0
sarah-anjani

Fact Checker. Memverifikasi klaim politik dan narasi publik.

Comments (0)

User